Jadi Badut Mampang saat Usia 60 Tahun, Ini Perjuangan Abdul Rohman Mengais Rezeki
Di usianya yang menginjak 60 tahun, ia justru harus mencari nafkah untuk istrinya dengan menjadi badut mampang.
Penulis: Nur Indah Farrah Audina | Editor: Kurniawati Hasjanah
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Nur Indah Farrah Audina
TRIBUNJAKARTA.COM, PONDOK GEDE - Roda kehidupan terus berputar, kadang di atas kadang di bawah.
Hal itu juga yang kini dirasakan oleh Abdul Rohman.
Di usianya yang menginjak 60 tahun, ia justru harus mencari nafkah untuk istrinya dengan menjadi badut mampang.
Pada tahun 1968 ia sudah mencoba merantau dari Tegal, Jawa Tengah ke Jakarta dengan modal seadanya.
Modal tersebut ia putar untuk bertahan hidup dikerasnya Ibukota dengan membuka berbagai jenis usaha secara kecil-kecilan.
Satu diantaranya ialah membuka mie ayam keliling.
Namun, tak berselang lama usahanya terpaksa tutup akibat terkendala modal.
"Dari umur 9 tahun saya ke Jakarta. Zaman dulu kan enggak sekolah. Kalau baca masih bisa kalau nulis yang enggak. Ke Jakarta coba dgang ketoprak, keliling jualan pangsit juga pernah tapi bangkrut juga," ungkapnya si Pondok Gede, Sabtu (19/10/2019).
Kegagalan demi kegagalan rupanya tak mampu menghalangi langkahnya untuk maju.
Hingga tak berselang lama, Rohman berhasil diterima sebagai karyawan disalah satu perusahaan di Jakarta yang enggan ia sebutkan namanya.
Hidupnya mulai membaik, hingga ia bisa mempersunting Hasnari dan memiliki 2 orang anak.
"Sempat enak pas jadi karyawan itu. Namun waktu itu mata saya sudah kurang awas gitulah ibaratnya, akhirnya saya diberhentikan. Saat itu saya diberikan pesangon Rp 9 juta," sambungnya.
Uang ini lantas ia sisihkan untuk membuka usaha kembali. Saat itu, ia bersama sang istri memilih untuk berjualan aksesoris handphone di wilayah Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat.
Beberapa tahun berjalan aksesoris HP, ekonominya masih terbilang stabil.