Jadi Badut Mampang saat Usia 60 Tahun, Ini Perjuangan Abdul Rohman Mengais Rezeki
Di usianya yang menginjak 60 tahun, ia justru harus mencari nafkah untuk istrinya dengan menjadi badut mampang.
Penulis: Nur Indah Farrah Audina | Editor: Kurniawati Hasjanah
"Di tahun 2011 itu saya jadi badut mampang keliling. Tiap pagi jalan dari kontrakan di Kalimalang ke Cilincing naik metro mini bareng istri," jelasnya.
Selama awal merintis menjadi badut mampang, ia harus menyewa kostum tersebut dengan buaya sebesar Rp 40 ribu perharinya.
Akibat biaya sewa tersebut, ia tak pernah menyempatkan libur untuk keliling berjoget dengan menggunakan kostum badut mampang.
"Dulu ma parah, dibilang sedih ya sedih banget. Saya sudah seharian keliling kadang cuma dapet buat biaya sewa aja. Kita bisa enggak makan seharian dan numpang tidur di mana aja karena enggak cukup ongkos pulang. Boro-boro makan, ongkos ke sini aja enggak ada," tambahnya dengan kondisi berlinang air mata.
Merasa tak ada perubahan, setelah setahun berjalan ia memutuskan untuk menjadi badut mampang di kawasan Pondok Gede.
Hingga saat ini dirinya menjadi badut mampang tepat di sekitaran depan pintu masuk Mall Pondok Gede, Bekasi, Jawa Barat dekat pertokoan Ria Busana.
"Pas pindah ke sini alhamdulillah malah bisa ngumpulin uang. Biarpun sedikit setiap hari saya pasti bisa kumpulin uang. Hingga akhirnya 3 tahun lalu kostum ini kebeli dengan harga Rp 1,5 juta," ucapnya.
Dalam sehari, ia bisa mendapatkan Rp 50 sampai Rp 100 ribu dari jam 10.00 hingga 17.00 WIB.
"Kalau lagi ada rezekinya bisa dapat Rp 100 ribu sehari. Berapapun yang didapat saya selalu mengucap sukur karena sudah enggak kebeban setoran. Sekarang cuma mikirinbiaya kontrakan Rp 600 ribu/bulan dan saya cicil bayarnya 3 kali," katanya.
• Gubernur Anies Tiadakan Car Free Day di Jalan Sudirman-Thamrin Saat Pelantikan Presiden
Libur Tiap Senin
Setelah pindah lokasi, Rohman tak lagi bekerja setiap hari menjadi badut mampang.
Ia menetapkan hari libur sendiri, yakni setiap senin. Sehingga ia mematok dirinya untuk bekerja 6 hari saja dalam seminggu.
"Saya libur tiap Senin. Jadi kalau di Pondok Gede ini tiap senin justru penghasilan saya sedikit. Sering kali hanya Rp 15 ribu dan paling banyak hanya Rp 20 ribu. Jadi daripada tenaga sia-sia kan apalagi saya sudah enggak kuat joget kayak dulu mending untuk istirahat," jelasnya.
Rohman mengatakan sudah banyak merasakan pahit hingga manisnya kehidupan. Untuk itu dirinya berpesan agar para anak muda saat ini tak malas untuk bekerja.
Ia juga mengatakan agar anak muda zaman sekarang tak malu perihal apapun yang dilakukan oleh orang tua mereka.