Anak Sulung Jadi Kepala Keluarga untuk 3 Adiknya, Orangtua Meninggal Dunia Digigit Ular

Orangtua meninggal karena digigit ular, Heri Misbahun (17) kini harus menjadi tulang punggung keluarga.

Penulis: Siti Nawiroh | Editor: Siti Nawiroh
(KOMPAS.COM/FIRMAN TAUFIQURRAHMAN)
Heri Misbahudin (17), remaja asal Cianjur, Jawa Barat yang kini harus menjadi kepala keluarga atas ketiga adiknya setelah kedua orangtuanya meninggal dunia secara tragis digigit ular. 

Namun menurut informasi yang didapatkan, warna ular tersebut adalah hitam dan putih.

Tokoh pemuda setempat, Hasbim Misbahudin (38) menuturkan kondisi rumah korban.

Truk Kontainer Terguling di Flyover Kranji, Arus Lalu Lintas Tersendat

Rumah korban memang terdapat banyak lubang, ia menyangka ular tersebut muncul dari lubang tersebut.

“Jari kelingkingnya ada yang gigit, saat dilihat ternyata ada ular. Karena ternyata kondisi di rumahnya banyak lubang. Dugaan kita ular keluar masuk dari sana,” kata Hasbim.

Sejak kejadian itu, Hasbim dan warga sekitar mengaku langsung mencari ular.

Ilustrasi tewas
Ilustrasi tewas (Net)

“Sejak kejadian itu, kita lalu coba mencari ular. Ada yang melihat ada dua ular di permukiman, tapi baru dapat satu,” ucapnya.

Ia menduga ular berasal dari tebing yang berada tak jauh dari rumah korban.

Namun sebut Hasbim, kasus warga yang digigit ular baru kali pertama terjadi di daerah tersebut.

Heri Misbahudin (17), remaja asal Cianjur, Jawa Barat tengah membereskan rumahnya di Desa Sukatani, Kecamatan Pacet, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat , Jumat (18/10/2019). Ia kini harus menjadi tulang punggung bagi ketiga adiknya setelah kedua orangtuanya meninggal dunia secara tragis karena digigit ular.
Heri Misbahudin (17), remaja asal Cianjur, Jawa Barat tengah membereskan rumahnya di Desa Sukatani, Kecamatan Pacet, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat , Jumat (18/10/2019). Ia kini harus menjadi tulang punggung bagi ketiga adiknya setelah kedua orangtuanya meninggal dunia secara tragis karena digigit ular. ((KOMPAS.COM/FIRMAN TAUFIQURRAHMAN))

“Di balik tebing itu kan banyak pohon bambu, dugaan kita ular berasal dari sana,” ujar Hasbim.

Kini, 4 anak mendiang Nuryani dan Maksum tinggal bersama Oni sambil menunggu rumahnya diperbaiki warga dari biaya hasil donasi.

“Tapi saya tidak akan ijinkan mereka kembali lagi ke sana. Anak-anak ini sekarang tinggal di sini saja, apalagi masih ada yang balita,” ucap Oni.

Bupati Cianjur jamin masa depan anak-anak korban

Plt Bupati Cianjur, Jawa Barat, Herman Suherman menyambangi rumah mendiang Maksum dan Nuryani.

Herman menyampaikan rasa prihatin dan duka mendalam atas apa yang telah menimpa pasutri tersebut, apalagi mereka meninggal dengan cara yang terbilang tragis.

"Informasinya akibat digigit ular, dan meninggalkan empat orang anak yatim piatu yang masih kecil-kecil. Karena itu saya langsung cek ke sini,” kata Herman kepada Kompas.com, Jumat.

Plt Bupati Cianjur, Herman Suherman menggendong salahseorang anak dari pasuttri asal Sukatani, Kecamatan Pacet yang meninggal dunia akibat digigit ular. Di kesempatan itu, Jumat (18/10/2019) Herman menyerahkan bantuan uang dan sembako untuk anak-anak korban.
Plt Bupati Cianjur, Herman Suherman menggendong salahseorang anak dari pasuttri asal Sukatani, Kecamatan Pacet yang meninggal dunia akibat digigit ular. Di kesempatan itu, Jumat (18/10/2019) Herman menyerahkan bantuan uang dan sembako untuk anak-anak korban. ((KOMPAS.COM/FIRMAN TAUFIQURRAHMAN))
Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved