Kabinet Jokowi Maruf0
Ini Daftar Menteri Jokowi Jilid 1 yang Terpental: Ada Wiranto, Susi dan Jonan
Nama lainnya yang juga terpental adalah Susi Pudjiastuti, yang lima tahun ini menjadi Menteri Kelautan dan Perikanan.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution juga ikut terpental dari kabinet yang sekarang. Sayangnya, tidak diketahui secara persis apa alasannya.
Namun, bila melihat usia, menteri kelahiran Tapanuli itu kini berusia 70 tahun.
Di sisi lain, Menko Darmin baru saja mengundang 10 menteri ke Kantor Kemenko Perekonomian, Jumat (18/10/2019).
Di acara tersebut, Menteri Keuangan Sri Mulyani menyampaikan rasa terima kasih pada Darmin.
"Matur Nuwun, terima kasih Pak Darmin. Kita semua kehilangan...," ujarnya di hadapan Darmin dan sejumlah menteri.
Entah apa maksud di balik kata-kata Sri Mulyani di akhir masa Kabinet Kerja Jilid 1 itu.
Namun, ia sempat menyinggung kata-kata perpisahan.
"Kalau dari sisi pertemanan saya dengan Pak Darmin ya enggak akan pernah pisah."
"Terus menerus akan silaturahmi, akan terus berjalan," kata Sri Mulyani, dikutip Tribunnews.com dari Kompas.com.
Ignasius Jonan Juga Tak Dipakai
Ignasius Jonan juga masuk dalam daftar menteri yang diprediksi tidak akan dipakai lagi oleh Jokowi.
Alasannya, mantan Dirut PT KAI itu pernah ditegur Jokowi dalam sidang kabinet paripurna di Istana Negara, Senin (8/7/2019).
Teguran ini diberikan karena impor yang tinggi di sektor minyak dan gas.
Pada data Badan Pusat Statistik (BPS), terlihat ada penurunan nilai impor Januari-Mei mencapai 9,2 persen dibanding tahun sebelumnya.
""Hati-hati di migas Pak Menteri ESDM, yang berkaitan dengan ini," kata Jokowi, dikutip dari Kompas.com.
Rini Soemarno Digantikan Erick Thohir
Senasib dengan Jonan, Rini Soemarno juga tidak lagi dipakai di Kabinet Indonesia Maju. Rini pernah kena tegur Jokowi dalam sidang kabinet paripurna di Istana Negara, Senin (8/7/2019).
Sehingga, diduga, Rini tidak akan menjadi 'pembantu' Jokowi lagi.
Kedua menteri ini ditegur terkait impor yang tinggi di sektor minyak dan gas.
"Bu menteri BUMN yang berkaitan dengan ini karena rate-nya yang paling banyak ada di situ," kata Jokowi.
Selain itu, ekonom Faisal Basri menyebut, Rini wajib diganti karena kerap 'ngaco.' Menurut Faisal Basri, Rini menerapkan konsep holding tunggal yang tidak jelas.
"Semuanya di-holdingkan sama dia dan kriteria holding-nya tidak jelas. Induk holding-nya, nggak jelas juga," kata Faisal.
Faisal juga mengungkapkan 'dosa' Rini Soemarno lainnya yaitu memanfaatkan BUMN untuk tujuan tidak produktif.
Enggartiasto Lukita Ikut Terpental
Nama Enggartiasto Lukita juga masuk dalam daftar menteri lama yang tidak akan dipertahannya. Ia diduga tersandung dalam kasus korupsi.
Politikus NasDem itu beberapa kali dipanggil penyidik KPK untuk bersaksi dalam kasus dugaan suap terkait kerja sama penyewaan kapal PT Humpuss Transportasi Kimia (HTK) dan PT Pupuk Indonesia Logistik (PILOG).
Namun, panggilan itu belum terpenuhi.
KPK telah menggeledah kantor Kementerian Perdagangan, termasuk ruang kerja Enggar, dan menyita sejumlah dokumen terkait dengan perdagangan gula rafinasi.
Lukman Hakim Saifuddin Juga Tak Dipakai
Sama halnya dengan Enggar, Lukman Hakim Saifuddin juga berpeluang tipis untuk dipertahankan di kabinet Jokowi.
Lukman pernah diperiksa sebagai saksi dalam kasus dugaan suap terkait seleksi jabatan di Kemenag Jawa Timur.
Menteri Agama RI Lukman Hakim Saifuddin di kantor Kemenag RI, MH.Thamrin, Jakarta Pusat, Selasa (8/10/2019). (Rina Ayu/Tribunnews.com)
Dalam kasus ini, mantan Ketua Umum PPP Romahurmuziy ditetapkan sebagai tersangka.
Lukman disebut menerima Rp 70 juta dalam kasus suap jual beli jabatan di Kemenag ini. PPP pun mengakui tak mengusulkan nama Lukman sebagai menteri di kabinet berikutnya.
Amran Sulaiman Juga Tak Masuk List
Andi Amran Sulaiman juga menjadi menteri yang tidak masuk di Kabinet Indonesia Maju begitu jabatannya sebagai Menteri Pertanian periode 2014-2019 berakhir.
Andi Amran Sulaiman mengaku dirinya lega lantaran jabatannya sebagai menteri segera usai.
Demi menyambut habisnya massa jabatannya sebagai Mentan RI, Amran dan keluarga sempat menggelar ramah tamah di Botani Square, Kota Bogor.
Amran mengaku ingin menikmati hari-hari tenang. "Kami membiarkan dulu menormalkan tekanan darah, kemudian rasanya hari ini lega," kata Amran, dikutip dari TribunnewsBogor.com, Minggu (20/10/2019).
• Melalui Spanduk, Isi Pesan Dimaksudkan untuk Jokowi-Maruf Amin
• Diimbau untuk Turun, Empat Orang Pemanjat Patung Bundaran HI Tetap Bertengger
• Ketika Prabowo Beri Hormat Saat Dikenalkan Jadi Menhan, Jokowi: Beliau Lebih Tahu Daripada Saya
Amran mengaku bahwa selama menjabat menjadi Mentan RI dalam 5 tahun terakhir ini ia cukup sulit.
Ia tak banyak memiliki waktu untuk berkumpul bersama keluarga.
Bahkan istri dan anak-anaknya juga mengeluhkan dirinya yang jarang berkumpul dengan keluarga.
Dalam sambutannya di atas panggung di acara ramah tamah itu, Amran mengaku sempat ditanyai seseorang yang digadang-gadang akan menggantikan jabatan dirinya sebagai Mentan.
Pertanyaan itu, lanjut dia, adalah terkait hari libur saat dirinya selama menjabat sebagai menteri.
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Wiranto, Jonan, Susi dan Amran Sulaiman Terpental, Tak Muncul di Tim Kabinet Indonesia Maju
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/wiranto-saat-silaturahmi-dengan-pegawai-kemenko-polhukam-jakarta-sabtu-19102019.jpg)