Mengapa Penderita Stroke Harus Melakukan Hidroterapi? Ini Jawabannya

Pada umumnya, penyakit stroke menyebabkan seseorang menjadi sulit untuk berjalan atau bergerak.

Mengapa Penderita Stroke Harus Melakukan Hidroterapi? Ini Jawabannya
Shutterstock
Ilustrasi Stroke 

Laporan wartawan TribunJakarta.com, Pebby Adhe Liani

TRIBUNJAKARTA.COM, KEBAYORAN BARU - Pada umumnya, penyakit stroke menyebabkan seseorang menjadi sulit untuk berjalan atau bergerak.

Pada kasus tertentu, penyakit jenis ini juga menyebabkan seseorang sulit untuk berbicara.

Sukono Djojoatmodjo, dokter spesialis saraf mengatakan, ada beberapa cara atau tahapan yang biasa diberikan dokter kepada pasien penderita stroke dalam memberi pengobatan kepada pasien.

dr Sukono dalam acara Open House Klinik Wijaya, Pusat Terapi Robotik Pasca Stroke, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Minggu (3/11/2019).
dr Sukono dalam acara Open House Klinik Wijaya, Pusat Terapi Robotik Pasca Stroke, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Minggu (3/11/2019). (TribunJakarta.com/Pebby Adhe Liana)

Salah satunya, melalui terapi otot.

Namun, selain melakukan terapi gerakan secara manual, terapi ini ternyata juga bisa dilakukan di dalam air atau yang biasa disebut dengan Hidroterapi.

"Indikasi dilakukannya terapi ini ada beberapa. Salah satunya, kadang pasien tidak nyaman. Misalnya saat dilatih dia kesakitan, saat dilatih di tempat tidur dengan gerakan-gerakannya itu kesulitan, nah umumnya kita cari solusi lain yaitu dengan Hidroterapi ini," kata dr. Sukono dalam acara Open House Klinik Wijaya, Pusat Terapi Robotik Pasca Stroke, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Minggu (3/11/2019).

Ia mengatakan, seorang penderita penyakit Stroke diperbolehkan melaksanakan terapi di dalam air dengan beberapa catatan.

Salah satunya adalah dengan tingkat kekakuan otot tertentu.

Otot yang tegang atau kaku, menyulitkan penderita untuk bergerak atau melakukan gerakan terapi manual saat berada di atas air. Baik saat di kasur, atau berjalan.

Halaman
123
Penulis: Nur Indah Farrah Audina
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved