Penertiban Satpol PP Tangerang Gagal, Diduga Oknum Preman Bocorkan Informasi Hingga Aksi Pungli

Sejumlah pedagang kaki lima di bilangan Kali Sipon, Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang menjadi sasaran penertiban Satpol PP pada Rabu (6/11/2019).

Penertiban Satpol PP Tangerang Gagal, Diduga Oknum Preman Bocorkan Informasi Hingga Aksi Pungli
TribunJakarta.com/Ega Alfreda
Penertiban di sekitaran Pasar Kali Sipon oleh Satpol PP Kota Tangerang yang gagal diduga oknum ormas bocorkan informasi, Rabu (6/11/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Ega Alfreda

TRIBUNJAKARTA.COM, CIPONDOH - Sejumlah pedagang kaki lima di bilangan Kali Sipon, Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang menjadi sasaran penertiban Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) pada Rabu (6/11/2019).

Sayangnya saat petugas datang, ratusan pedagang kaki lima yang biasa menjajakan dagangannya disepanjang jalan sudah terlebih dahulu angkat kaki dari lokasi penertiban.

Penertiban di sekitaran Pasar Kali Sipon oleh Satpol PP Kota Tangerang yang gagal diduga oknum ormas bocorkan informasi, Rabu (6/11/2019).
Penertiban di sekitaran Pasar Kali Sipon oleh Satpol PP Kota Tangerang yang gagal diduga oknum ormas bocorkan informasi, Rabu (6/11/2019). (TribunJakarta.com/Ega Alfreda)

Sepinya pedagang kaki lima yang seringkali membuat kemacetan tersebut disinyalir lantaran operasi yang melibatkan jajaran TNI/Polri tersebut sudah terlebih dahulu bocor.

Hal tersebut diperkuat oleh pengakuan Rojali seorang pedagang yang mengaku telah diberitahukan informasi dari oknum anggota ormas yang biasa mengutip jatah disetiap harinya.

"Sudah dikasih tahu tadi pagi, kita jangan dagang itu mah yang kena yang pada bandel aja," kata Rojali yang sehari-hari berjualan pakaian.

Kendati demikian, dirinya enggan merinci nama dan jumlah rupiah yang dikutip dari seorang oknum anggota ormas tersebut.

"Udah pokoknya ormas, jumlahnya ada deh," singkat Rojali.

Mendaki ke-4 Kalinya ke Himalaya, Rocky Gerung Soroti Politik Indonesia: Hak Rakyat demi Hidup Layak

Fuzhou China Open 2019: Praveen/Melati Tundukkan Wakil Jepang, Laju ke 16 Besar

Berbeda dengan Rojali, Sulastri seorang pemilik kios di dalam pasar mengakui kalau informasi tersebut sudah bocor.

Pasalnya, pemberian informasi dilakukan oleh petugas gabungan tersebut adalah bagian dari pelayanan yang diberikan para preman yang setiap harinya mengambil jatah.

"Wajarlah dikasih tahu, orang sehari dapetnya Rp 12 ribu," kata Sulastri.

Penulis: Ega Alfreda
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved