Kontroversi Anggaran DKI Jakarta

Anggap William PSI Beri Informasi Sesat Soal Anggaran, Taufiqurrahman Pertanyakan Ini: Saya Curiga

Taufiqurrahman menyebut politikus Partai Solidaritas Indonesia (PSI) William Aditya Sarana membeberkan informasi yang sesat terkait anggaran.

YouTube Mata Najwa
Taufiqurrahman menyebut politikus Partai Solidaritas Indonesia (PSI) William Aditya Sarana membeberkan informasi yang sesat terkait anggaran. 

"Kedua, masalah upload RKPD (Rencana Kerja Pemerintah Daerah) dan KUA-PPAS menurut saya, kalau dibilang penting enggak penting ya menurut saya juga sama. Menurut saya wajib atau tidak wajib," tutur Taufiqurrahman.

"Karena sebenarnya yang perlu diketahui oleh publik adalah RAPBD (Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah) yang sudah final. Itulah nanti yang akan dibahas bersama dengan DPRD DKI."

Taufiqurrahman menpertanyakan ucapan William Aditya yang menyebut warga Jakarta berhak menyisir anggaran DKI Jakarta.

Menurutnya, hanya anggota dewan yang berhak menyisir anggaran karena memiliki hak budgeting.

Dilaporkan ke BK DPRD & Terancam Pecat, William Aditya Banjir Karangan Bunga: Bentuk Dukungan Publik

"Saya bilang itu pernyataan yang sia-sia, karena warga Jakarta tidak bisa menyisir anggaran itu. Karena mereka tidak punya hak budgeting, yang punya hak budgeting itu anggota DPRD DKI dan ada forum rapat resminya untuk bagi anggota DKI menyisir anggaran itu," urai Taufiqurrahman.

"Ada rapat komisi-komisi, ada rapat banggar disitulah disisir anggaran, dikritisi sampai komponen kesatuan yang paling kecil itu bisa, hanya anggota DPR melakukan itu. Tapi publik tidak bisa ngapa-ngapain,"

"Tidak bisa, mau ngapain coba publik, emang publik punya hak budgeting?," imbuh dia.

Ia meminta William Aditya Sarana untuk tidak membuat masyarakat bingung dengan memberikan informasi soal anggaran yang menyesatkan.

Irma Suryani Usulkan Keluar dari ASN Bila Tak Patuhi Larangan Bercadar, Niqab Squad Sontak Bereaksi

"William jangan bikin publik bingung dengan misleading informasi yang Anda sampaikan," kata Taufiqurrahman.

Taufiqurrahman lantas menemukan keganjilan dari pengakuan William Aditya Sarana.

Sebelumnya William Aditya Sarana mengaku menemukan anggaran tak masuk akal di KUA-PPAS 2020 melalui website resmi Pemprof DKI Jakarta.

Taufiqurrahman mengungkapkan Kepala Bappedam Sri Mahendra, padahal menegaskan tak pernah mengunggah KUA-PPAS 2020 di website tersebut.

"Saya mau tambahkan, Anda tadi bilang Anda capture data itu dari website ya," kata Taufiqurrahman seraya menunjuk ke arah William Aditya Sarana.

Dua Sahabatnya yang Ikut Kecelakaan Tak Alami Luka, Dylan Carr Pertanyakan Ini Saat Bangun dari Koma

"Saya baca berita di tanggal 30 Oktober 2019, itu pernyataan resmi dari kepala Bappeda, Sri Mahendra,"

"Dia menyebutkan tak pernah mengunggah data KUA-PPS," imbuhnya.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved