Kontroversi Anggaran DKI Jakarta

PSI Sebut Pemprov DKI Berpotensi Defisit Anggaran Rp 10,7 Triliun

PSI juga menyoroti pos belanja di anggaran tahun 2020 yang ternyata masih melebihi proyeksi pendapatan

PSI Sebut Pemprov DKI Berpotensi Defisit Anggaran Rp 10,7 Triliun
TribunJakarta.com/Dionisius Arya Bima Suci
Ketua Fraksi PSI Idris Ahmad (tengah) saat menggelar konferensi pers di Gedung DPRD DKI, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Rabu (13/11/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Partai Solidaritas Indonesia (PSI) kembali menyoroti anggaran 2020 DKI Jakarta.

Kali ini, PSI menyebut, Pemprov DKI Jakarta berpotensi mengalami defisit anggaran hingga Rp 10,7 triliun.

Ketua Fraksi PSI DPRD DKI Jakarta Idris Ahmad mengatakan, hal ini didasari pada rapat Badan Anggaran (Banggar) DPRD DKI pada 23 Oktober 2019 lalu.

Dimana, saat itu Pemprov DKI Jakarta mengurangi proyeksi pendapatan di rancangan Kebijakan Umum Anggaran-Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) 2020 dari Rp 95,9 triliun menjadi Rp 89,4 triliun atau berkurang Rp 6,5 triliun.

Dalam dokumen tersebut juga disebutkan bahwa target pajak Pemprov DKI pada 2020 sebesar Rp 49,5 triliun.

"Target pajak tahun 2019 itu Rp 44,54 triliun, sedangkan realisasinya diperkirakan hanya Rp 40,2 triliun atau defisit Rp 4,34 triliun," ucapnya, Rabu (13/11/2019).

"Dari situ, Fraksi PSI menilai, target pajak tahun 2020 sebesar Rp 49,5 triliun itu over estimate," tambahnya menjelaskan.

Dijelaskan Idris, PSI telah melakukan perhitungan realisasi pendapatan pajak Pemprov DKI Jakarta di tahun 2020.

Angka ini peroleh oleh PSI dengan melihat tren pendapatan pajak DKI Jakarta dari tahun ke tahun.

Halaman
12
Penulis: Dionisius Arya Bima Suci
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved