SMK Yadika 6 Kota Bekasi Terbakar

Puslabfor Bawa Barang Bukti Diduga Penyebab Kebakaran SMK Yadika 6 Kota Bekasi

Sebanyak empat orang petugas datang ke lokasi tersebut, proses olah TKP dilakukan sejak pukul 11.30 WIB hingga berakhir pukul 13.30 WIB.

Puslabfor Bawa Barang Bukti Diduga Penyebab Kebakaran SMK Yadika 6 Kota Bekasi
TribunJakarta.com/Yusuf Bachtiar
Petugas Puslabfor saat melakukan olah TKP dengan meminta perwakilan SMK Yadika 6 Kota Bekasi, Rabu, (20/11/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, PONDOKGEDE - Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Polri melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di gedung SMK Yadika 6, Jalan Wadas Ujung, Kelurahan Jaticempaka, Kecamatan Pondok Gede, Kota Bekasi, Rabu, (20/11/2019).

Sebanyak empat orang petugas datang ke lokasi tersebut, proses olah TKP dilakukan sejak pukul 11.30 WIB hingga berakhir pukul 13.30 WIB.

Sejumlah barang bukti diduga penyebab kebakaran yang menghanguskan bangunan empat lantai tersebut.

"Barang buktinya standar untuk pemeriksaan kebakaran, ada abu arang ada instalasi yang diduga, pokoknya semua yang ada kaitannya dengan TKP," kata Kepala Tim Puslabfor Kompol Karya Wijayadi.

Proses olah TKP juga didampingi perwakilan sekolah yang masuk ke dalam gedung untuk menunjukkan titik pertama api mulai muncul.

Puslabfor memastikan, barang bukti yang diamankan itu selanjutnya akan diuji di laboratorium untuk memastikan penyebab kebakaran.

"Kita periksa di laboratorium, hasilnya masih tunggu kita usahakan secepatnya," ungkap Kompol Karya Wijayadi.

Penerapan Jalan Berbayar di Tangerang Mustahil Dilaksanakan Akibat Terbentur Infrastruktur

Kebakaran di gedung SMK Yadika 6 Kota Bekasi terjadi pada, Senin, (18/11/2019), sekitar pukul 15.00 WIB.

Ketika itu, proses belajar mengajar sedang berlangsung hingga menyebabkan 16 orang mengalami luka dengan dua di antaranya luka berat patah kaki dan terkena luka bakar akibat berusaha menyelamatkan diri dengan cara melompat.

Dody Haryono, Danru B Pleton 4 Damkar Kota Bekasi Sektor Jatisampurna, mengatakan, titik paling parah akibat kebakaran berada di ruang lantai satu dan dua, sumber api muncul.

Sementara untuk lantai tiga terdapat beberapa ruang yang terbakar dan latai empat hanya bagian jendela dan beberapa kusen kayu.

"Kalau dilihat dari paling parah lantai 1, 2, jalur liatrikkan ke atas, kalau diliat dari pojok sebelah kiri ada jalur listri itu ngeplong sampai atas api dari bawah merambat ke atas," jelas dia.

Penulis: Yusuf Bachtiar
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved