Kenali Ciri Anak Berkebutuhan Khusus, Dapat Diketahui Sejak Dini

Salah satu yang patut diwaspadai adalah apabila sang anak mengalami keterlambatan perkembangan dalam periode pertumbuhan yang semestinya.

Kenali Ciri Anak Berkebutuhan Khusus, Dapat Diketahui Sejak Dini
TribunJakarta.com/Pebby Ade Liana
Dianda Azani, seorang psikolog di sekolah pendampingan mental MS School Tebet, Jakarta Selatan, Senin (25/11/2019). 

Laporan wartawan TribunJakarta.com, Pebby Adhe Liana

TRIBUNJAKARTA.COM, TEBET - Setiap orang tua, tentu menginginkan anaknya bisa bertumbuh dan berkembang dengan sebaik mungkin.

Namun, tak jarang, banyak orangtua yang justru menemukan berbagai masalah terhadap perkembangan si kecil.

Namun apa saja gangguan pertumbuhan yang seringkali muncul dan patut untuk diwaspadai oleh orangtua? Dianda Azani, seorang psikolog anak mengatakan, ada beberapa gejala dalam perkembangan yang seharusnya bisa menjadi peringatan dini bagi para orangtua.

Sebab, gejala-gejala tersebut bisajadi pertanda bahwa si kecil mengalami gangguan perkembangan.

"Patokannya anak itu berkebutuhan khusus bisa dilihat dari usia dini, adalah salah satunya tahap perkembangan. Jadi patokannya bagi para orangtua itu penting," kata Dianda, dalam acara soft opening sekolah pendampingan mental MS School, di Tebet Jakarta Selatan, Senin (25/11/2019).

Ia menjabarkan, tanda tanda anak berkebutuhan khusus bisa dikenali sedini mungkin.

Salah satu yang patut diwaspadai adalah apabila sang anak mengalami keterlambatan perkembangan dalam periode pertumbuhan yang semestinya.

"Misalnya, anak itu kalau digendong pada periode usia tertentu, bayi kepalanya (harusnya) tegak. Terus mulailah saat dia bisa duduk, tengkurep, merangkak, dan berdiri. Nah itu kalau memang terlambat satu bulan aja, harus waspada. Karena bayi perkembangannya cepat. Jadi telat satu bulan aja, udah jadi warning buat orangtua," ujarnya.

Warga Kemanggisan Kaget Wilayahnya Jadi Lokasi Berkumpulnya Penipu Asal Tiongkok

Jalurnya Dikuasai Pengendara Motor, Pengguna Sepeda di Jalan Tomang Kecewa

Menurutnya, hanya seorang ahli yang bisa menyimpulkan mengenai kondisi yang terjadi kepada sang anak.

Oleh sebab itu, ia menganjurkan kepada para orangtua agar berkonsultasi secara langsung kepada dokter tumbuh kembang atau psikolog apabila menemukan berbagai masalah terhadap perkembangan tersebut.

Apalagi, lanjut Dianda, dalam beberapa kasus gejala-gejala kebutuhan kusus justru datang ketika sang anak menginjak usia tertentu.

"Ada yang memang kelihatan pas udah usia dua atau tiga tahun. Misal tadinya berkembangnya oke-oke aja. Udah lancar ngomong, udah cerewet segala macem, tiba-tiba pas lewat usia dua tahun tau-tau mulai pendiem. Gak pernah ngomong, bicaranya tiba-tiba gak pas dengan yang semestinya, ya patut diwaspadai," ungkap dia.

"Karena sebenernya usia tumbuh kembang itu kan sampai lima atau enam tahun. Jadi di usia itu kita harus dampingi terus, dan rajin dicek apakah dia sudah sesuai dengan usia perkembangan dia atau tidak. Karena di usia perkembangan itu kan ada kemampuan bicara, kemampuan berfikir kognitif, kemampuan motorik, itu semua tandanya. Nah yang bisa menjudge sejauh mana hanya profesional," pungkasnya.

Penulis: Pebby Ade Liana
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved