Pemberlakuan Tilang di Jalur Sepeda

Jalurnya Dikuasai Pengendara Motor, Pengguna Sepeda di Jalan Tomang Kecewa

Tak adanya keberadaan petugas membuat pengendara sepeda motor leluasa melintas di jalur sepeda.

Jalurnya Dikuasai Pengendara Motor, Pengguna Sepeda di Jalan Tomang Kecewa
TribunJakarta.com/Elga Hikari Putra
Pengguna sepeda di Jalan Tomang Raya, Jakarta Barat terpaksa menuntun sepedanya di trotoar karena jalur sepeda dikuasai sepeda motor 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Elga Hikari Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, GROGOL PETAMBURAN - Pengguna sepeda tidak merasakan efek dari diberlakukannya sanksi tilang untuk para pelanggar jalur sepeda yang mulai diterapkan hari ini.

Pasalnya di hari pertama ini, jalur sepeda yang harusnya steril masih dikuasai para pengendara, terutama sepeda motor.

Seperti yang terlihat di Jalan Tomang Raya, Jakarta Barat arah Lampu Merah Tomang, petang tadi.

Tak adanya keberadaan petugas membuat pengendara sepeda motor leluasa melintas di jalur sepeda.

Salah satu pengguna sepeda, Rendi (25) merasa tak ada bedanya hari ini dengan hari-hari sebelumnya.

Alih-alih bisa melintasi jalur sepeda dengan nyaman, dia malah terpaksa menuntun sepedanya di atas trotoar.

Pasalnya, jalur sepeda telah dikuasai para pengendara sepeda motor yang terjebak kemacetan.

"Wah parah enggak ada perubahan. Jangankan jalur sepeda, trotoar aja diambil motor," kata Rendi yang melintas di Jalan Tomang Raya, Senin (25/11/2019).

Warga Kemanggisan Kaget Wilayahnya Jadi Lokasi Berkumpulnya Penipu Asal Tiongkok

Dua Pembobol Warnet di Koja Ternyata Pernah Empat Kali Mencuri Sepeda Motor

Karyawan yang setiap harinya menggunakan sepeda ini berharap petugas menindak tegas pengendara yang melintas di jalur sepeda.

"Tadi saya kira sudah steril karena mulai hari ini ditilang buat pelanggar, tapi ternyata parah," katanya.

Hal senada disampaikan Yanto (45). Pengguna sepeda ini berharap jalur sepeda tak sekedar dibuat jalur putih saja.

"Harusnya pakai pembatas juga. Kalau kayak gini enggak ngaruh. Kesadaran warganya masih 0," kata Yanto.

Yanto juga meminta peraturan ini dapat diterapkan secara tegas, bukan sekedar pencitraan semata.

"Mungkin ini cuma buat sarat doang, berfungsi pun enggak. Harusnya dipertegas dong," katanya sambil melanjutkan kembali perjalanannya.

Penulis: Elga Hikari Putra
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved