Kisah Yuyun, Setiap Hari Jualan Tisu Hingga Dini Hari Demi Nafkahi Anaknya

Sudah coba bertahan hidup di Batam selama satu tahun, rupanya Yuyun mengatakan tak kuat dan ingin merantau.

Penulis: Nur Indah Farrah Audina | Editor: Muhammad Zulfikar
TribunJakarta.com/Nur Indah Farrah Audina
Yuyun dan Mouriz saat sedang berjualan tisu di sekitaran Kalibata, Jakarta Selatan 

Akhirnya, tanpa tahu suasana di Cikarang, modal uang sejumlah Rp 1 juta yang dibawanya ikut ludes tak sampai hitungan minggu.

"Prinsip saya enggak mau merepotkan saudara. Akhirnya ke Cikarang dan di situ istilahnya masih buta banget, belum tahu seluk beluk cari uang di sini. Habis lah uang yang saya bawa," katanya.

Ingatan hari itu masih membekas bagi Yuyun.

Dengan suara bergetar dan air mata yang mengalir, ia mulai menceritakan perlahan perkenalannya terhadap suasana mencari uang di kota besar.

Dijelaskannya, kala itu ia berjalan dan menggendong Mouriz sambil berlinang air mata menuju kontrakannya akibat kehabisan uang.

Setibanya dipertengahan jalan, tiba-tiba saja ia diberikan uang oleh seseorang sejumlah Rp 150 ribu.

"Saya ingat betul hari itu. Ada orang baik datang memberikan uang, kemudian uang itu saya gunakan untuk berjualan tisu keliling. Mulai dari situ usaha saya berjalan sampai sekarang," ungkapnya.

Akhirnya sejak tahun 2015 hingga saat ini Yuyun dan Mouriz masih berjualan keliling.

Ia pun menjadikan pekerjaan ini sebagai pekerjaan tetap, dengan penghasilan kotor yang hanya Rp 150 ribu.

Yuyun dan Mouriz saat sedang berjualan tisu di sekitaran Kalibata, Jakarta Selatan
Yuyun dan Mouriz saat sedang berjualan tisu di sekitaran Kalibata, Jakarta Selatan (TribunJakarta.com/Nur Indah Farrah Audina)

Jualan di Sekitaran Jakarta Selatan

Sejak memutuskan berjualan tisu, Yuyun tak pernah meninggalkan Mouriz.

Sejak usia 4 tahun, ia selalu membawa Mouriz. Hingga akhirnya Mouriz kini tercatat sebagai murid kelas 3 Sekolah Dasar Negeri (SDN) Karang Baru 03, Cikarang Utara, Bekasi, Jawa Barat.

Ya, sejak Mouriz bersekolah, Yuyun tak lagi berkeliling berjualan tisu di Cikarang.

Ia memilih berjualan di lokasi yang ramai. Hal ini bertujuan agar 80 tisu kecil yang dibawanya dapat habis dalam satu hari.

Akhirnya, ia pun memilih kawasan Jakarta Selatan tepatanya di sekitaran Kalibata dan Pasar Minggu.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved