Kisah Yuyun, Setiap Hari Jualan Tisu Hingga Dini Hari Demi Nafkahi Anaknya
Sudah coba bertahan hidup di Batam selama satu tahun, rupanya Yuyun mengatakan tak kuat dan ingin merantau.
Penulis: Nur Indah Farrah Audina | Editor: Muhammad Zulfikar
"Semenjak anak sekolah otomatis kan pengeluarannya lebih juga. Karena KTP saya hilang akhirnya anak enggak dapat bantuan seperti KJP. Saya mau ngurus ke Lampung juga enggak ada biaya. Akhirnya saya pilih pindah lokasi jualan biar satu hari habis," ungkapnya.
Ketika mengajak Mouriz berjualan, Yuyun harus menunggu anak sematawayangnya itu pulang sekolah.
Sehingga ia selalu berjualan sore hari bila dihari Senin-Jumat.
"Dia kan masuknya siang, pulangnya sore. Ya sudah saya tungguin dia pulang, saya mandiin dulu baru berangkat ke sini (Jakarta Selatan) naik kereta," ungkapnya.
Melihat kondisi seperti ini, hati kecil Yuyun sebenarnya menangis. Apalagi ketika melihat Mouriz yang harus mengerjakan pekerjaan rumah (PR) dan belajar di sela mereka berdagang.
Hal ini lantaran, Yuyun dan Mouriz baru berjualan sore hari dan kembali ke rumah di Cikarang esok harinya, sekitar pukul 01.30 WIB.
"Ini anaknya rajin. Dia bawa buku PR buku sekolahnya juga. Sambil temani saya, dia belajar, kerjakan PR sendiri. Ya Allah sedih juga saya sebenarnya. Tapi kalau ditinggal nanti dia sama siapa di rumah. Saya sebatang kara di sini tanpa saudara, akhirnya kan mau enggak mau dia saya bawa," katanya.
• Menteri Agama Ingin Berangkatkan Korban First Travel, Jaksa Agung: Uangnya Dari Mana?
• Michelle Ziudith Ungkap Kebiasaan Konsumsi Boba 4 Kali Sehari
• Timnas U-23 Indonesia Diprediksi akan Tampil di Final SEA Games 2019
Setiap harinya, Yuyun dan Mouriz selalu berjualan di sekitaran Kalibata dan Pasar Minggu.
Untuk harga satu tisunya, ia jual seharga Rp 5 ribu dan Rp 10 ribu untuk 3 buah tisu.
"Modal saya sebenarnya Rp 150 ribu untuk satu dus tisu. Alhamdulillah semenjak di sini sehari pasti habis. Jadi paling keuntungan saya Rp 150 ribu. Tapi itu belum dikurangi ongkos pulang pergi," jelasnya.
Kendati demikian, ia pun mengharapkan agar anaknya bisa belajar bahwa hidup ini memang harus dijalani dengan ikhlas.
Selain mental yang kuat, Yuyun juga berharap anaknya bisa mandiri.
"Doa saya cuma satu, supaya anak saya jadi orang sukses dan mandiri. Jadi ketika melihat Ibunya seperti ini, dia enggak menyerah sama kehidupan dan enggak mengharap belas kasih," tandasnya.