Dipecat dari Garuda, Ari Askhara Rupanya Masuk Jajaran Orang Kaya: Punya 12 Sertifikat Tanah di Bali

Meski jarang di Bali, Ari Ashkara, mantan bos Garuda Indonesia ini memiliki banyak aset rumah dan tanah di Bali.

Editor: Muji Lestari
TRIBUNJAKARTA.COM/EGA ALFREDA
Direktur Utama Garuda Indonesia, Ari Askhara saat menghadiri penyuluhan dan pemberantasan narkoba dalam seminar anti narkoba yang bertajuk We Say No To Drugs di Garuda City Center (GCC) Bandara Soekarno-Hatta, Selasa (22/10/2019). 

TRIBUNJAKARTA.COM - Meski jarang di Bali, I Gusti Ngurah Ashkara Danadiputra atau Ari Ashkara, mantan bos Garuda Indonesia ini memiliki banyak aset rumah dan tanah di Bali.

Informasi yang dihimpun, aset berupa rumah dan tanah banyak tersebar di Bali.

Kelian Banjar Dinas Padang Bali, Gede Mustika bahwa di lingkungan banjar saja, yang bersangkutan ada memiliki kurang lebih sebanyak 12 sertifikat tanah.

"Dia emang termasuk jajaran orang kaya di Dalung. Kurang lebih ada sekitar 12 sertifikat tanah atas nama milik dia di banjar sini saja," katanya kepada Tribun-Bali.com, Sabtu (7/12/2019).

Kendati begitu, ia tidak tahu peruntukan aset tanah itu, mengingat keluarga eks Dirut Garuda ini hanya pulang saat piodalan dalam 6 bulan sekali.

Said Didu Tak Kaget Dirut Garuda Selundupkan Onderdil Harley, Sebut Ari Askhara Sosok Kuat

Mustika mengakui, dirinya jarang ada interaksi, begitupun warga setempat dengan Ari Askhara yang memang sejak lahir di Jakarta.

Ari Ashkara merupakan anak dari pasangan I Gusti Ngurah Sudana dan Gusti Ayu Adhi.

Ngurah Sudana bersama istri merupakan pensiunan Pertamina.

Dalam catatan akta keluarganya, Ari Askhara sendiri tercatat sebagai warga Banjar Padang Bali, beristrikan I Gusti Ayu Rai Diana Dewi dan dikaruniai 2 orang anak yakni I Gusti Ngurah Askahiran Devananda (20) dan I Gusti Ayu Kalyana Panyadita (17).

"Jadi sekeluarga ini memang banyak tinggal di Jakarta. Anaknya ada dua, termasuk si Ari juga kelahiran Jakarta," ungkapnya.

"Ketemu yang bersangkutan pas saat piodalan, sembahyang saja, sekitar 1-2 jam selesai udah lagi pergi dah gatau kemana," terangnya.

Dirinya sebagai kelian banjar sejak 4 tahun lalu ini seringnya berkomunikasi dengan Ngurah Sudana, sekedar dalam pertemuan piodalan dan urusan administrasi banjar.

Siasat Bejat Guru BK di Malang Cabuli 18 Siswa SMP, Korban Percaya Pelaku Berdalih Penelitian S3

"Kalau bapaknya, Gusti Ngurah Sedana sudah sering pulang, tapi bolak-balik sini ke Jakarta lagi," katanya.

Jadi memang dirinya tidak banyak mengenal tentang keseharian keluarga ini, terlebih hobi Ari Askhara terhadap motor gede (moge)

Selama itu, ia mengaku tak pernah menjumpai ada moge di rumah ini.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved