Sisi Lain Metropolitan
Ayah Meninggal Tertabrak Kereta, Kakak Adik Ini Jualan Bakpao Keliling untuk Jajan
Usai ayahnya meninggal dunia, sang Ibunda, Jas (33) bekerja banting tulang menghidupi dirinya dan 2 saudaranya.
Penulis: Nur Indah Farrah Audina | Editor: Wahyu Aji
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Nur Indah Farrah Audina
TRIBUNJAKARTA.COM, KRAMAT JATI - "Bakpao, bakpao, bakpao," teriak dua bocah yang terdengar dari kejauhan.
Tya Wati (12) dan Denu Andria (6), adiknya, semakin kencang berteriak karena suasana tak begitu ramai di Perumahan Bulak Rantai, Kramat Jati, Jakarta Timur.
Setiap pengendara melintas keduanya segera menawarkan bakpao yang mereka jual.
"Bakpao murah pak, bu." Mereka berharap ada orang yang membeli dagangannya.
Ketika jalanan mulai sepi, keduanya menyempatkan diri bermain bersama.
• Medina Zein Bipolar Sejak 2016, Sang Ayah Ungkap Kebiasaan Unik Teman Irwansyah: Sejak Kecil Begitu
Sebentar kemudian keduanya kembali berteriak ketika melihat pengendara yang melintas.
Tya berjualan bakpao sejak pertengahan tahun lalu.
Setelah ayahnya meninggal, sang ibu Jas (33) bekerja banting tulang menghidupi Tya dan dua saudaranya.
Ada rasa sedih saban Tya melihat ibunya bekerja keras.
Tak sekali dua kali ia bertanya tentang penyebab kematian sang ayah kepada ibunya.
Selama ini Tya tak mengingat kenangan kecil bersama sang ayah.
• Fakta-fakta 1 Keluarga Tewas Keracunan Gas Genset: Hidung Keluar Darah Hingga Jasad Membusuk
"Mak, bapak kemana?" pertanyaan yang berulangkali Tya todong ke Jas.
"Bapak kamu sudah meninggal. Pas mau jenguk nenek kamu yang sakit di Jawa."
"Dia enggak lihat jalan. Habis situ tertabrak kereta," kata Jas.