Sisi Lain Metropolitan

Ayah Meninggal Tertabrak Kereta, Kakak Adik Ini Jualan Bakpao Keliling untuk Jajan

Usai ayahnya meninggal dunia, sang Ibunda, Jas (33) bekerja banting tulang menghidupi dirinya dan 2 saudaranya.

Penulis: Nur Indah Farrah Audina | Editor: Wahyu Aji
TribunJakarta.com/Nur Indah Farrah Audina
Tya ditemani adiknya, Deni, menjual bakpao di sekitaran Kramat Jati, Jakarta Timur, Jumat (3/1/2020).   

Setelah hidup menjanda, Jas bekerja sebagai kuli pungut di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur.

Terawang Asmara Ayu Ting Ting, Ahli Tarot Ungkap Ciri-ciri Pria Pengganti Enji Baskoro: Hati-hati!

Deni dan Tya, bocah penjual bakpao di Kramat Jati, Jakarta Timur, Jumat (3/1/2020)

 
Deni dan Tya, bocah penjual bakpao di Kramat Jati, Jakarta Timur, Jumat (3/1/2020)   (TRIBUNJAKARTA.COM/NUR INDAH FARRAH AUDINA)

Penghasilannya tak mampu menutupi biaya kehidupan untuk Jas dan anak-anaknya.

Kendati sudah menikah lagi, hidup Jas dan keluarganya tetap pas-pasan.

Hal ini yang mendorong Tya untuk bekerja dan memilih tak sekolah.

"Sudah dari bulan puasa tahun lalu jualan bakpao. Saya jual harganya Rp 2 ribu."

"Dari Umi (bos) cuma Rp 1 ribu. Saya cuma mikir emak enggak selalu punya uang, makanya saya mau kerja begini," kata Tya kepada TribunJakarta.com, Jumat (3/1/2020).

Akankah Jacksen F Tiago ke Persija Jakarta? Begini Jawaban dari Manajemen Persipura Jayapura

Sebelum berjualan bakpao, Tya tak punya aktivitas.

Ia hanya membantu membersihkan rumah ketika sang ibu bekerja memungut barang sisa di Pasar Induk.

Terkadang ia sering disuruh sejumlah tetangganya untuk membeli sesuatu ke warung.

"Ya biasanya di rumah aja. Tapi saya suka disuruh ke warung atau beli apa sama orang, nanti diupahin."

"Nah uang itu yang buat jajan," sambung dia.

Deretan Foto Kondisi Pascabanjir di dekat Rusun Karet Tengsin, Kasur Menumpuk di Tengah Jalan

Deni dan Tya, bocah penjual bakpao di Kramat Jati, Jakarta Timur, Jumat (3/1/2020).

 
Deni dan Tya, bocah penjual bakpao di Kramat Jati, Jakarta Timur, Jumat (3/1/2020).   (TRIBUNJAKARTA.COM/NUR INDAH FARRAH AUDINA)

Dalam sehari, Tya biasa membawa puluhan bakpao dan dijajakan di sekitaran Perumahan Bulak Rantai.

Tya mendapat keuntungan berkisar Rp 30 ribu setelah berjualan dari pagi hingga sore.

"Biasanya tuh saya sendiri, karena Deni lagi libur sekolah jadi saya ajak."

"Saya selalu jualan di sini kok tiap pagi sampe jam 17.00 WIB," ungkapnya.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved