Pembibitan Daun Kelor di Pulau Tidung Manfaatkan Pupuk dari Sampah dan Air Bekas AC

Pembibitan daun kelor di Kelurahan Pulau Tidung, Kecamatan Kepulauan Seribu Selatan, menggunakan media tanam yang ramah lingkungan.

Pembibitan Daun Kelor di Pulau Tidung Manfaatkan Pupuk dari Sampah dan Air Bekas AC
Dok. Kelurahan Pulau Tidung
Kelurahan Pulau Tidung menggencarkan pembibitan daun kelor. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Gerald Leonardo Agustino

TRIBUNJAKARTA.COM, KEPULAUAN SERIBU SELATAN - Pembibitan daun kelor di Kelurahan Pulau Tidung, Kecamatan Kepulauan Seribu Selatan, Kabupaten Kepulauan Seribu, menggunakan media tanam yang ramah lingkungan.

Lurah Pulau Tidung Cecep Suryadi mengatakan, media tanam yang dipakai ialah pupuk kompos olahan.

Kompos olahan tersebut, kata Cecep, terbuat dari sampah organik yang terkumpul di tempat sampah komposter di Pulau Tidung.

"Hasil sampah organik yang udah kita jadikan kompos di TPS komposter. Komposnya kita dari situ," kata Cecep, Minggu (12/1/2020).

"Jadi sampah-sampah organik yang ada di pulau bisa kita manfaatkan ulang," imbuhnya.

Selain pupuk dari sampah, air yang dipakai untuk menyiram bibit daun kelor juga terbilang ramah lingkungan.

Ketimbang menggunakan air keran, pihak Kelurahan Pulau Tidung memilih air buangan dari pendingin ruangan (AC) untuk menyiram bibit.

"Nyiram kita pakai air buangan dari AC. Jadi (air) nggak ada yang terbuang," kata Cecep.

Adapun pembibitan daun kelor ini menggunakan metode setek.

Halaman
1234
Penulis: Gerald Leonardo Agustino
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved