Bus Terguling di Subang
Bus Terguling di Subang, Korban Tahan Sakit 15 Jam Hingga Firasat Ibunda Sang Sopir
Menurut Junaidi, anak kelima dari tujuh barsaudara itu mengalami patah tulang iga, dan wajah terkena serpihan kaca.
Penulis: MuhammadZulfikar | Editor: Wahyu Aji
Bersama suami lain yang istrinya juga kader PKK Posyandu dan ikut dalam rombongan, mereka berupaya mencari informasi.
"RT dapat informasi dari pihak Kelurahan. Dari situ kita mulai cari informasi, kumpul jam delapan malam depan komplek," tuturnya.
Setelah berkoordinasi dengan Pemkot Depok, Harun dan warga RW 09 lain memutuskan berangkat ke RSUD Subang.
Pun hingga bertolak dari Depok sekira pukul 21.30 WIB, nama Riri tak muncul dalam manifes penumpang bus yang jadi korban.
"Dari manifes belum keluar nama istri saya. Dalam perjalanan saya cari nomor Polres Subang di internet, komunikasi via WA dengan Polres Subang," lanjut Harun.
Beberapa saat komunikasi dengan Polres Subang terjalin, Harun menerima kabar duka bahwa istrinya meninggal dalam kecelakaan.
Namun dia mengaku tetap berharap dan berdoa sang istri yang memiliki kepedulian terhadap masalah sosial selamat.
"Dalam perjalanan masih berpikir positif ada keajaiban, ternyata enggak ada. Saya sampai di RSUD Subang sekira pukul 00.30 WIB. Jenazah istri sudah dimandikan," kata dia.
Usai mengurus keperluan administrasi di RSUD Subang, jenazah Riri dibawa menggunakan mobil jenazah dari Pemkot Depok.
Jenazah Riri dan enam kader PKK Posyandu tiba di Masjid As-Shobaraih, Citayam, Depok Minggu (19/1/2020) pagi lalu dibawa ke rumah duka.
"Saya enggak menyesal istri ikut dalam rombongan atau ikut kader PKK Posyandu. Hanya saya enggak menyangka kalau dia pergi dan enggak kembali," ujarnya.
Firasat ibunda sopir bus
Ibunda almarhum Dede Purnama, Risa (63) mengatakan sebelum kecelakaan maut terjadi, putranya itu berangkat dari rumah untuk kerja sebagai sopir bus pariwisata pada Jumat (17/1/2020) sekitar pukul 21.00 WIB.
Kemudian, keesokan paginya anaknya itu ditugaskan membawa puluhan penumpang kader Posyandu Depok yang berencana berlibur ke Tangkuban Parahu Bandung dan Ciater Subang.
"Berangkat (dari rumah) malam Sabtu jam 21.00 WIB. Berangkatnya ke Bandung, pagi. Jemputnya di Pondok Terong (Depok)," kata Risa kepada TribunnewsBogor.com, Minggu (19/1/2020).
Risa rupanya merasakan ada keganjilan di hari keberangkatan putranya ke Bandung tersebut.
Risa mendapat kabar anaknya ditugaskan ke Bandung ini baru diketahui belakangan setelah terjadi kecelakaan.
Putranya itu, kata Risa sama sekali tidak memberi kabar seperti biasanya.
"Gak ada kabar apa-apa, biasanya lagi narik suka ngebel (menelepon), ini gak ada. Biasanya ngasih kabar, narik ke anu, narik anu," kata Risa dengan mata berkaca-kaca.
• Penuturan Harun, Sempat Harap Keajaiban Saat Dapat Kabar Istrinya jadi Korban Kecelakaan Bus Subang
• Bhayangkara FC Belum Puas Buru Pemain Asing, Masih Incar Satu Nama
• Anak Hakim Jamaluddin Tepis Tangan Zuraida Hanum, Sebut 2 Eksekutor Main Dam Tiap Malam Jumat
• KPK Segera Mengambil Sikap Terkait Keberadaan Harun Masiku yang Masih Jadi Misteri
• Evan Dimas Termotivasi Bawa Persija Jakarta Raih Gelar Juara
Sampai akhirnya, keluarga mendapat kabar duka bahwa bus yang disopiri putranya itu mengalami kecelakaan di Ciater, Kabupaten Subang.
Sore harinya, keluarga mendapat panggilan telepon dari seseorang yang mengaku suster dari RSUD Ciereng, Subang.
Kemudian Risa mengirim adiknya untuk mengecek langsung kebenaran informasi tersebut ke Subang.
"Adek saya sampe di sana. Pertama ada 6 mayat, dibongkar sama dia semua, cewek semua. Datang lagi ambulans, ternyata bener itu anak saya. Udah ga ada (meninggal dunia)," kata Risa.
Diketahui, almarhum Dede Purnama (41) korban kecelakaan maut asal Kampung Cikuda, RT 35/16, Desa Bojongnangka, Kecamatan Gunungputri, Kabupaten Bogor dimakamkan pagi ini, Minggu (19/1/2020).
Almarhum merupakan sopir bus pariwisata yang mengalami kecelakaan tunggal di Tanjakan Palasari, Kampung Palasari, Desa Nagrok, Kecamatan Ciater, Kabupaten Subang tak jauh dari Tanjakan Emen pada Sabtu (18/1/2020) sore kemarin.
Almarhum dimakamkan sekitar pukul 10.00 WIB di pemakaman umum yang tak jauh dari rumahnya.
Kecelakaan tunggal bus pariwisata ini saat kejadian membawa penumpang para kader Posyandu Depok yang berwisata ke Gunung Tangkuban Parahu dan Ciater.
Dilaporkan ada 8 orang yang tewas dalam kejadian ini. (TribunJakarta.com/Tribunnews.com)