Breaking News:

Bus Terguling di Subang

Cedera Berat, 3 Korban Kecelakaan Bus Terguling di Subang Masih Jalani Perawatan di RSUD Depok

RSUD Kota Depok masih merawat tiga korban kecelakaan bus terguling yang membawa Kader Posyandu Bojong Pondok Terong, Citayam, Depok.

TribunJakarta.com/Jaisy Rahman Tohir
Nurmalasari (34) korban bus terguling Subang, Jawa Barat, di RSUD Depok, Sawangan, Minggu (19/1/2020). 

Sebelum bus terlempar dan akhirnya terguling, Muniroh mengaku memiliki firasat ada yang tak beres.

Sebab, kernet bus yang awalnya duduk di dekat pintu, lari ke belakang ke bagian kursi penumpang.

"Saya curiga, wah bahaya nih, benar saja. Akhirnya saya diri dan pegangan ke sela-sela bagasi yang ada di atas saya," kata Muniroh.

Dari pertahanannya itu, Muniroh bersyukur dirinya bisa selamat meski setelah bus terjungkal, dirinya sempat bingung mau keluar dari bus lewat mana.

Sebab, bus yang jatuh dan terguling di sisi kanan, tak menyisakan ruang gerak baginya untuk keluar melalui pintu.

"Saya akhirnya lewat jendela yang hancur, sopir yang tergencet saya langkahin saya sudah enggak lihat kiri kanan pokoknya bagaimana saya bisa keluar dari bus," paparnya.

Kader dari Posyandu Mawar Merah RT 02/08, Kelurahan Bojong Pondok Terong, Cipayung, Depok ini pun sebelumnya tak memiliki firasat.

"Tapi memang kepikiran waktu berangkat, pas mau sampai di Tangkuban Perahu, bus sempat susah naik di tanjakan tapi akhirnya naik juga sih," katanya.

Kepergian Muniroh dan rekan-rekan dari 15 Posyandu yang ada di Depok ini dikataka Muniroh sebagai bagian dari perpisahan dengan seorang bidan yang telah delapan tahun mengabdi.

Muniroh mengatakan, kejadian musibah tersebut terjadi pada pukul 17.20 dengan tujuan akhir ke Depok setelah dari Tangkuban Perahu.

Halaman
1234
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved