Stasiun Bawah Tanah MRT di Jakarta Utara Dibangun di Kedalaman 40 Meter

Pihak MRT Jakarta pun melibatkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk proses pembangunan fase dua.

Stasiun Bawah Tanah MRT di Jakarta Utara Dibangun di Kedalaman 40 Meter
TribunJakarta.com/Muhammad Rizki Hidayat
Direktur Utama PT MRT Jakarta, William Sabandar (kiri) dan Kepala BMKG Dwikorita Karnawati (kanan), saat penandatanganan kerja sama di kantor MRT Jakarta, Rabu (5/2/2020). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Muhammad Rizki Hidayat

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Direktur Operasi dan Pemeliharaan MRT Jakarta, Muhammad Effendi, menyatakan fase kedua pembangunan stasiun MRT bawah tanah akan berada di kawasan Jakarta Utara.

Dia mengatakan, pembangunan stasiun tersebut kedalaman tanahnya mencapai 40 meter.

"MRT fase dua mulai dikerjakan, itu 30 sampai 40 meter terowongannya masuk ke kawasan Jakarta Utara," ucap Effendi, saat dihubungi, Jumat (7/2/2020)

Pihak MRT Jakarta pun melibatkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk proses pembangunan fase dua.

Sebab, menurut Effendi, pembangunan stasiun MRT bawah tanah di Jakarta Utara harus mengantisipasi gejala alam.

BMKG dipercaya sebagai mitra yang dapat memberikan informasi lebih dini ihwal gejala cuaca tersebut.

"Tentu, hal seperti ini perlu diantisipasi lebih awal. Ini kan ada fenomena alam baru," ucap Effendi.

"Sekarang MRT lebih melakukan antisipasi saat konstruksi. Karena kami juga melihat kedalaman tanahnya maksimal 40 meter," sambungnya.

Sepakati Kerja Sama dengan BMKG

Halaman
12
Penulis: Muhammad Rizki Hidayat
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved