Istri di Medan Pukuli Suami yang Lumpuh Pakai Besi dan Balok, Pelaku: Saya Bosan Menghadapi Hidup
Seorang istri warga Delitua, Deliserdang telah tega menganiaya suaminya yang menderita kelumpuhan.
Penulis: Muji Lestari | Editor: Kurniawati Hasjanah
Dalam pengakuannya, Yettiur mengungkapkan dirinya pernah berencana nekat membakar diri hingga berkonsultasi ke psikiater.
"Saya tidak tahan dengan perlakuan suami. Saya juga pernah berpikir buntu hingga berencana untuk membakar diri karena tidak tahan dengan adalah yang saya hadapi," ungkap Yettiur.
Yettiur juga menuturkan bahwa dirinya juga pernah konsultasi pada ahli kejiwaan.
"Pada 2017 lalu, saya pernah berkonsultasi ke psikiater untuk menemukan solusi permasalahan saya," ungkapnya.
Dengan keadaan kedua tangan dalam keadaan diborgol, mata berkaca-kaca, wanita paruh baya ini menyesali perbuatannya kepada suaminya.
"Saya menyesal telah melakukan penganiayaan kepada suami saya. Tidak tahu apa yang harus dilakukan. Saya menyesal, menyesal sekali," jelasnya.
• Puluhan Siswa di NTT Dihukum Makan Kotoran oleh Kakak Kelas, Korban: Kami Cuma Bisa Nangis
Tampak mata wanita yang mengenakan kaus tahanan Polsek Delitua itu berkaca-kaca.
Lebih lanjut, Yettiur mengungkapkan sudah bosan mengahadpi persoalan hidupnya yang tak kunjung usai.
"Saya rasanya udah malas, udah bosan kali menghadapi hidup ini. Rasanya gak ada lagi ceria hidup ini, gembiranya gak ada lagi. Saya rasanya sudah malas mau kemana mana. Saya enggak pernah keluar rumah lagi. "
"Suntuk kali, stres kali, kalut kali rasanya, tiga hari saya gak buka jualan. Suntuk kali rasanya memikirkan hidup ini," ungkap pelaku.
Lanjut wanita yang memiliki dua orang anak ini, bahwa dirinya juga memikirkan biaya sekolah anaknya di luar mencari nafkah untuk sehari-hari.
"Mana anak mau sekolah, anak yang satu lagi belum berumah tangga. Ekonomi semakin susah, cari makan susah, sakit yang dihadapi. Mana yang sakit ini lebih kejam sama kita, ngusir, memukuli, melempar."
"Saya sudah nekat mau bunuh diri karena gak sanggup menjalankan hidup ini, pahit kali rasanya, berat kali cobaan. Udah sakit, cari makan susah, udah sakit kasar pulak sama kita. Saya diusir, dikasari, dilempar-lempar. Aku rasanya enggak sanggup menjalankan hidup ini," ungkapnya dengan mata berkaca-kaca.
(TribunJakarta/TribunMedan)