Virus Corona di Indonesia

Tiga Orang Masuk Kategori ODP Virus Corona di RSUD Kota Bekasi

RSUD Chasbullah Abdulmadjid Kota Bekasi, hingga kini telah menangani tiga pasien yang masuk dalam kategori Orang Dalam Pemantauan (ODP) virus corona.

TRIBUNJAKARTA.COM/Yusuf Bachtiar
RSUD Chasbullah Abdulmadjid Kota Bekasi di Jalan Veteran, Bekasi Selatan, Kota Bekasi. 

 Laporan wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI SELATAN - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Chasbullah Abdulmadjid Kota Bekasi, hingga kini telah menangani tiga pasien yang masuk dalam kategori Orang Dalam Pemantauan (ODP) virus corona atau Covid-19.

Wakil Direktur Pelayanan Medik RSUD Kota Bekasi, Niken mengatakan, tiga pasien ODP Covid-19 itu masuk pekan lalu dan langsung mendapatkan penanganan sesuai standar operasional prosedur (SOP) yang diarahkan Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

"Tiga orang (ODP), tapi tidak diopname, kita periksa lalu diisolasi dan dilakukan pemeriksaan, kalu hasilnya negatif ya kita pulangkan," kata Niken, Rabu (11/3/2020)

Ketiganya lanjut Niken, diperiksa di ruang isolasi dan hasilnya masih menunjukkan tanda-tanda negatif dan diperbolehkan pulang meski tetap masuk kategori pemantauan.

Dia menjelaskan, RSUD Kota Bekasi sesuai arahan Kemenkes baru akan melakukan rujukan jika perkembangan hasil pemeriksaan menunjukkan tanda-tanda tingkat lanjut atau pasien dalam pengawasan (PDP).

"Kalau didapat hasilnya masih pemantauan ya kita persilahkan pulang, tapi kalau pengawasan tingkat lanjut baru kita taro di RSPI (Rumah Sakit Penyakit Infeksi), nah sampai saat ini belum ada," tegas dia.

RSUD Kota Bekasi yang beralamat di Jalan Veteran, Kelurahan Margajaya, Kecamatan Bekasi Selatan, memiliki ruangan isolasi khusus untuk menangani kasus penyakit Covid-19.

Anggarjito selaku dokter ahli yang merupakan tim satuan tugas khusus penanganan pasien corona RSUD Kota Bekasi mengatakan, ruang isolasi khusus penanganan Covid-19 terdiri dari tiga sampai empat unit tempat tidur.

"Di isolasi kita ada sekitar tiga sampai empat bed (tempat tidur), dalam waktu enam jam (diisolasi) kita harus sudah menilai, mendiagnosa pasien masuk dalam corona dengan resiko tingga atau pengawasan," paparnya.

Seluruh tim medis dalam penanganan corona juga dilengkapi alat pelindung diri mulai dari pakaian, sarung tangan, kacamata, penutup kepala hingga alas kaki.

"Ruang isolasi sendiri di desain dengan tekanan negatif, dengan hepafilter, jelas berbeda dengan ruangan lain, kalau dengan kondisi ini kan pasien corona penularannya dengan droplets (tetesan) jadinya akan berisiko terhadap penularan," tegas dia.

"Jadi dia (ruang isolasi) memfiltrasi dan menciptakan tekanan negatif -30, jadi bisa langsung tarik keluar untuk kuman-kumannya itu," tambahnya.

24 Pasien di Bekasi Berstatus Orang dalam Pemantauan Virus Corona

Ruang rawat inap pasien DBD di RSUD Kota Bekasi, Jalan Veteran, Bekasi Selatan, Rabu, (11/3/2020).
Ruang rawat inap pasien DBD di RSUD Kota Bekasi, Jalan Veteran, Bekasi Selatan, Rabu, (11/3/2020). (TribunJakarta.com/Yusuf Bachtiar)

Orang dalam pemantauan (ODP) virus corona atau Covid-19 di Kota Bekasi mencapai 24 pasien.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved