Jemaah Masjid Diisolasi

BREAKING NEWS 3 Positif Corona, Ratusan Jemaah Masjid Jami Kebon Jeruk Jalani Isolasi

Di tengah tengah pandemi corona saat ini mengapa masih terjadi kerumuman di Masjid Jami Kebon Jeruk?

Penulis: Elga Hikari Putra | Editor: Erik Sinaga
Dok. Kominfotik Jakarta Barat
Cegah Corona, Wali Kota Jakarta Barat, Rustam Efendi diperiksa  suhu tubuhnya saat tiba di kantornya, Kamis (5/3/2020) 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Elga Hikari Putra 

TRIBUNJAKARTA.COM, TAMANSARI - Tiga jemaah Masjid Jami Kebon Jeruk, Tamansari, Jakarta Barat, positif virus corona.

Mereka berasal dari Medan, Sumatera Utara dan ketiganya telah dibawa ke rumah sakit darurat corona di Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta Pusat.

Tak hanya itu, sekitar 300 jemaah lainnya kini berstatus orang dalam pengawasan (ODP).

Mereka juga diwajibkan menjalani isolasi di Masjid Jami Kebon Jeruk selama dua pekan, terhitung mulai dari Kamis (26/3/2020).

Adanya jemaah yang positif corona diketahui usai Sudin Kesehatan Jakarta Barat menggelar rapid test kepada para jemaah di masjid tersebut pada Kamis (26/3/2020).

Lantas, di tengah pandemi corona saat ini mengapa masih terjadi kerumuman di Masjid Jami Kebon Jeruk?

Wali Kota Jakarta Barat, Rustam Effendi mengatakan bahwa masjid tersebut merupakan salah satu tempat orang berziarah.

Tak hanya jemaah dari Indonesia saja, melainkan banyak juga jemaah dari berbagai negara.

Diketahui, saat rapid test kemarin, ada 80 WNA yang sedang berada di Masjid Jami Kebon Jeruk.

"Masjid itu tempat orang berziarah untuk waktu yang cukup lama, dari Nusantara dan beberapa negara," kata Rustam saat dikonfirmasi, Sabtu (28/3/2020).

Hal senada disampaikan Camat Tamansari, Risan Mustar.

"Memang setiap hari ada kegiatan," kata Risan.

Jemaah lokal yang datang ke Masjid Jami Kebon Jeruk, kata Risan berasal dari seluruh Indonesia. 

Adapun ketiga jemaah yang positif corona merupakan warga Medan, Sumatera Utara.

"Ada juga warga negara asing yang datang ke situ, misalnya dari Pakistan, India, Thailand, ada kurang lebih 70-80 WNA, yang banyak India," kata Risan.

"Jadi mereka sudah terjadwal schedulenya, misalnya lima hari di sini kemudian berangkat lagi keliling dunia," sambung dia.

Selama dua pekan diisolasi di masjid, untuk logistiknya para jemaah akan dipasok dari Sudin Sosial Jakarta Barat.

Penumpang MRT Jakarta Menurun 90 Persen Imbas Corona

Permintaan Ibunda Ashraf di 40 Hari Meninggalnya Sang Putra, BCL Bersyukur Dihujani Cinta Kasih

Kebaikan Hati Wasroni, Pedagang Lontong Sayur Berikan 60 Porsi Gratis Saat Virus Corona Merebak

Aparat TNI dan Polri juga dikerahkan untuk memantau jalannya isolasi di masjid tersebut.

"Masalah bantuan sudah diatur, SOP nya dari pemerintah dari sudin sosial agar mereka tidak keluar masuk," kata Risan.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved