Antisipasi Virus Corona di DKI
5 Fakta Penipuan Masker Murah di Instagram, Uang Buat Tombok Tiket Konser dan Mahasiswi Aktif
Bagai mencari kesempatan dalam kesempitan, wanita berisinial DA (23) melakukan penipuan penjualan masker merek sensi.
Penulis: Ega Alfreda | Editor: Suharno
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Ega Alfreda
TRIBUNJAKARTA.COM, TANGERANG - Bagai mencari kesempatan dalam kesempitan, wanita berisinial DA (23) melakukan penipuan penjualan masker merek sensi.
Seperti diketahui, masker mendadak langka dan mahal seiring mewabahnya virus corona ( Covid-19) di Indonesia sejak awal bulan Maret 2020 lalu.
Ia menawarkan ribuan boks masker sensi dalam harga yang miring di dalam akun Instagramnya yang ternyata barang tersebut tidak pernah ada.
Tersangka DA pun berhasil dicokok Tim Garuda Satreskrim Polresta Bandara Soekarno-Hatta di kawasan Bogor, Jawa Barat setelah menipu pegawai GMF AeroAsia sampai puluhan juta rupiah.
• Gelar Resepsi Pernikahan di Tengah Pandemi Corona, Kompolnas Berharap Kompol Fahrul Dapat Efek Jera
TribunJakarta.com pun berhasil mengumpulkan beberapa fakta terkait DA dan ribuan masker murah fiktif tersebut.
1. Dijual dengan harga di bawah pasaran.
Kapolresta Bandara Soekarno-Hatta, Kombes Pol Adi Ferdian Saputra mengatakan kalau tersangka ini menjual satu boks masker sensi seharga Rp 50 ribu.
"Sementara di akun Instagramnya tersangka posting menjual 30 karton atau 1.200 boks masker," jelas Adi di Mapolresta Bandara Soekarno-Hatta, Rabu (1/4/2020).
Ia melanjutkan, 1.200 boks tersebut dipatok harga sampai Rp 42 juta.
Dimana, kata Adi, dalam harga yang dipatok tersangka ini tergolong murah mengingat banyak penjual masker yang menaruh harga sampai tembus ratusan ribu rupiah satu boks.
• Ini Alasan Anies Baswedan Minta Karantina Wilayah Dilakukan di Jabodetabek
2. Mahasiswi aktif dan seorang Event Organizer.
Satu tersangka berinisial DA (23) berhasil diamankan karena menipu korbannya dengan modus menjual masker merek sensi dalam harga yang murah.
Tak tanggung-tanggung ia bahkan sudah mengantongi Rp 28 juta hasil uang muka dari korbannya yang memesan dalam jumlah banyak untuk perusahaan di Bandara Soekarno-Hatta.
Namun, DA menghilang setelah menerima uang yang ditransfer ke rekening pribadinya.