Virus Corona di Indonesia
Cerita Suami dan Ayah Cari Donor Darah B Plus saat Wabah Corona: Keliling Jakarta, Bogor dan Bekasi
Seperti menunggu seseorang, pria tua itu gusar, matanya tertuju ke meja pendaftaran berharap ada pendonor darah yang sama dengan sang istri: B Plus.
Penulis: Yulis Tribun Jakarta | Editor: Y Gustaman
"Sejak corona, paling sehari hanya 20 pendonor yang datang. Padahal kebutuhan darah di rumah sakit sangat banyak," ujar Dina Fitria.
Hal senada diungkapkan dokter Wisnu yang bertugas mengecek kondisi calon pendonor.
"Sekarang sepi banget. Sehari paling sekitar 20 an pendonor. Donor darah keliling juga berhenti," ujar dokter Wisnu.
Untuk mengatasi kondisi ini, keluarga pasien biasanya disarankan pihak rumah sakit mencari sendiri pendonor yang darahnya sama.
Pendonor tersebut kemudian diajak ke UTD PMI Kota Bogor di Jalan Kresna Raya, untuk darahnya diambil. Biasanya setiap pendonor akan diambil darah sekitar 300-350 mililiter.
Walhasil, terkadang di kantor UTD PMI Kota Bogor penuh pengunjung karena keluarga pasien biasanya membawa calon pendonor dan cadangannya.
Kurniawati, petugas pengambil darah mengatakan saat ini pendonor sukarela sepi.
"Sejak ada Corona, pendonor sedikit banget. Padahal yang butuh darah banyak banget," ujar Kurniawati.
Ia berharap pandemi Covid-19 ini segera berakhir dan pendonor kembali mendonorkan darahnya.
Darah-darah segar itulah yang nantinya menyelamatkan nyawa pasien yang sangat membutuhkan transfusi darah. (Yulis)