Virus Corona di Indonesia

Dikritik Pedas Karena Sebut Wabah Corona Ada Hikmahnya, Dahnil Anzar Beberkan Ini: Piye Sampeyan Jal

Juru Bicara Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto, Dahnil Anzar Simanjuntak mendapatkan kritikan pedas.

Penulis: Rr Dewi Kartika H | Editor: Siti Nawiroh
Instagram @dahnil_anzar_simanjuntak
Dahnil Anzar Simanjuntak 

TRIBUNJAKARTA.COM - Juru Bicara Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto, Dahnil Anzar Simanjuntak mendapatkan kritikan pedas.

Hal tersebut bermula dari unggahan Dahnil Anzar Simanjuntak, di media sosial, Instagram, pada Senin (6/4/2020).

Dahnil Anzar Simanjuntak mengunggah sebuah gambar kartun tentang virus corona karya Tes Torres.

TONTON JUGA

Pantauan TribunJakarta.com, di gambar tersebut virus corona tampak memiliki dua sisi yang berbeda, di hadapan manusia dan alam.

Terhadap manusia virus corona dilukiskan sebagai sosok yang jahat dan membawa banyak penderitaan.

Namun kepada hewam dan alam virus corona digambarkan sebagai pembawa kedamaian.

Pada bagian caption, Dahnil Anzar Simanjutak mengatakan hikmah dari wabah virus corona, adalah alam menjadi lebih sehat karena manusia tengah berdiam diri di rumah.

Ajak Anak dan Para ARTnya Test Corona, Maia Estianty: Gak Curiga-Curigaan Lagi Siapa yang Bawa Virus

TONTON JUGA

"Ada hikmah dibalik Wabah Covid 19.

Alam "sehat" ketika kita semua "istirahat" dalam kekhawatiran ditengah wabah penyakit.

Pembelajaran berharga buat kita untuk selalu menjaga kebersihan dan alam.

Pembangunan dan kehidupan kita paska wabah harus banyak berubah,lebih ramah dengan alam," tulis Dahnil Anzar Simanjuntak.

Disebut Provokasi Karena Kritik Wacana Koruptor Bebas, Respon Menohok Najwa Shihab ke Yasonna Laoly

Rupanya sejumlah netizen merasa tak sepakat dengan pernyataan Dahnil Anzar Simanjuntak, mengingat virus corona telah memakan banyak korban jiwa.

"Udah hampir sebulan, yang meninggal 200'an masih bisa dibilang Ada Hikmah dibalik Wabah Covid-19"

Dahnil Anzar Simanjuntak lantas menyampaikan pembelaannya.

"Bagi orang beragama, semua peristiwa ada ibrohnya. piye sampeyan Jal," tulis Dahnil Anzar Simanjuntak.

Ia lalu membeberkan apa saja usaha yang telah dilakukan pemerintah khusunya Menhan Prabowo Subianto demi mengatasi penyebaran virus corona.

Keinginan Ustaz Yusuf Mansur Lihat Ashraf Sinclair Lakukan Ini: Izinkan Kami Jadi Seperti Beliau

"Sekarang semua pihak gotongroyong bekerja untuk mencegah semakin luas penyebarannya.

pun kami di @kemhanri sesuai tupoksi Pak @prabowo seluruh dunia bekerjasama," tulisnya.

Dahnil Anzar Simanjuntak mengatakan tak cuma soal kondisi alam, hikmah lain dari wabah virus corona adalah meningkatnya rasa tolong-menolong sesama manusia.

Jenazah Covid-19 Dimakamkan Tanpa Nisan di TPU, Keluarga Boleh Mendekat Asal Penuhi 3 Syarat Ini

"NGO dan kelompok sosial lain pun melakukan hal yang serupa, ada yang ikut menyantuni mereka yang kurang mampu, sesuai kemampuan.

semuanya ingin berpartisipasi sesuai kemampuannya termasuk saya.

itu semua Ibroh dari peristiwa ini. gak tahu anda, mungkin lebih hebat bisa berbuat," tulis Dahnil Anzar Simanjuntak.

Update Virus Corona, Senin 6 April 2020

Pemerintah kembali mengungkapkan data penanganan virus Corona (Covid-19), Senin (6//4/2010).

Diketahui, jumlah pasien positif corona (Covid-19) di Indonesia naik menjadi 2.491 pasien.

Jumlah tersebut meningkat sebanyak 218 orang dari jumlah yang dilaporkan sebelumnya, Minggu (5/4/2020).

Demikian dikatakan Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Virus Corona (Covid-19), Achmad Yurianto saat menyampaikan data positif corona, Senin (6/4/2020).

Sementara itu, kasus kematian akibat Covid-19 pun bertambah 11 orang, sehingga kini jumlah kasus kematian meningkat menjadi 209 kasus.

Kabar baiknya, Yuri menyebutkan, terdapat 28 pasien yang dinyatakan sembuh, sehingga total pasien sembuh bertambah menjadi 192 orang.

"Kita dapatkan penambahan kasus baru konfirmasi positif Covid-19 dari pemeriksaan dengan metode PCR, bukan rapid test, sebanyak 218 kasus baru sehingga total 2.491 kasus."

"Kemudian sembuh 28 orang sehingga total menjadi 192 orang."

"Masih ada penambahan kasus meninggal 11 orang sehingga total menjadi 209 orang," kata Yuri.

Menurut data sebelumnya, jumlah pasien positif corona terhitung 2.273 pasien per 5 April 2020.

Sementara total pasien yang dinyatakan sembuh sebanyak 164 orang dan pasien yang meninggal dunia berjumlah 198 orang.

Masyarakat Wajib Menggunakan Masker Kain Saat Keluar Rumah

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto.
Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto. (BNPB)

Sebelumnya, Achmad Yurianto mengatakan, keberadaan kasus positif di tengah masyarakat menandakan masih adanya sumber penularan.

Dengan demikian, ia menambahkan, mencari sumber penularan Covid-19 dan mengisolasinya adalah kunci pelaksanaan pengendalian penyakit ini.

Selain itu, kini pemerintah mulai mewajibkan seluruh masyarakat untuk menggunakan masker kain saat berada di luar rumah.

Anjuran ini merujuk pada rekomendasi WHO terkait pencegahan penularan virus corona.

"Mulai hari ini, sesuai dengan rekomendasi WHO, kita jalankan masker untuk semua. Semua harus menggunakan masker," kata Yuri dalam konferensi pers yang diunggah kanal Youtube BNPB, Minggu (5/3/2020).

Yuri menegaskan, masker yang dianjurkan untuk dipakai oleh masyarakat umum adalah jenis masker kain.

Sementara masker bedah dan masker N95 hanya digunakan oleh petugas medis.

"Masker bedah, masker N95, hanya untuk petugas medis.

"Gunakan masker kain, ini menjadi penting karena kita tidak pernah tahu di luar, orang tanpa gejala banyak sekali didapatkan di luar, kita tidak tahu, mereka adalah sumber penyebaran penyakit," tuturnya.

Oleh karena itu, Yuri pun mengimbau masyarakat untuk dapat melindungi diri sendiri dengan menggunakan masker kain saat keluar rumah.

Yuri menyampaikan, masker kain hanya boleh digunakan maksimal selama empat jam.

Masker tersebut kemudian harus dicuci dengan merendamnya terlebih dahulu di dalam air sabun.

"Masker kain bisa dicuci. Kami menyarankan, penggunaan masker kain tidak lebih dari empat jam kemudian dicuci dengan cara direndam di air sabun kemudian dicuci," terangnya.

"Ini upaya untuk mencegah terjadinya penularan, karena kita tidak pernah tahu di luar banyak sekali kasus yang memiliki potensi menularkan ke kita.

"Di samping mencuci tangan menggunakan sabun selama minimal 20 detik, ini (penggunaan masker) menjadi kunci bagi kita untuk kemudian mengendalikan penyakit ini," tambah Yuri.

Lebih lanjut, Yuri mengungkapkan keprihatinan pemerintah atas adanya sejumlah tenaga medis yang tertular Covid-19.

Bahkan, sejumlah tenaga medis pun gugur dalam menjalankan tugasnya.

"Oleh karena itu, komitmen pemerintah sangat kuat untuk melindungi mereka dengan secara terus-menerus mendistribusikan APD (Alat Pelindung Diri) agar mereka bisa bekerja dengan profesional, nyaman, dan tidak ada kekhawatiran terpapar infeksi," kata Yuri.

Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved