Hilang 2 Jam Setelah Asyik Main Hujan, Balita di Sibolga Ditemukan Tewas Membiru di Rumah Tetangga
Satu jam kemudian, ibu bocah berusia empat tahun itu, Sinta (33) tak dapat menemukan keberadaan sang putri.
Penulis: Rr Dewi Kartika H | Editor: Siti Nawiroh
TRIBUNJAKARTA.COM - Seorang balita berjenis kelamin perempuan asik bermain sambil mandi hujan di sekitar rumahnya, di Kecamatan Sibolga Kota, Kota Sibolga, Sumatera Utara (Sumut) sekitar pukul 15.00 WIB.
Satu jam kemudian, ibu bocah berusia empat tahun itu, Sinta (33) tak dapat menemukan keberadaan sang putri.
Dibuat panik bukan kepalang, Sinta dibantu warga sekitar langsung melakukan pencarian ke rumah-rumah warga sekitar.
TONTON JUGA
Setelah dua jam melakukan pencarian, sekitar pukul 18.15 WIB, warga berhasil menemukan balita tersebut.
Namun kondisi korban sungguh mengenaskan.
Balita tersebut ditemukan tewas di kolong salah satu rumah panggung milik tetangganya.
"Saat ditemukan, keadaan tubuh korban membiru dan tidak bernyawa lagi. Selanjutnya warga langsung membawa ke rumah sakit," ungkap Kassubag Humas Polres Kota Sibolga Iptu R Sormin dikutip TribunJakarta.com dari Kompas.com, pada Selasa (7/4/2020).
• Minta Anggota DPR Sumbangkan Gaji Agar Rakyat Bisa Beli Beras, Hotman Paris: Harta Tak Dibawa Mati
TONTON JUGA
Mayat bocah itu, ditemukan dalam kondisi terapung di laut, di kolong rumah panggung warga.
Sormin mengatakan, sebelumnya pihaknya menerima laporan ada penemuan tubuh seorang bocah perempuan yang sudah dalam keadaan meninggal dunia, dengan kondisi terapung di laut.
"Korban merupakan balita perempuan, ditemukan dengan kondisi telungkup dan terapung di laut dalam keadaan sudah meninggal dunia," ujar Sormin.
• Dikritik Pedas Karena Sebut Wabah Corona Ada Hikmahnya, Dahnil Anzar Beberkan Ini: Piye Sampeyan Jal
Korban, kata Sormin, ditemukan persis di kolong rumah warga yang masih berdekatan dengan kediaman korban di Gang Soarna, Kelurahan Pasar Belakang, Kota Sibolga.
Pihaknya sudah melakukan cek TKP, dan meminta keterangan dari saksi-saksi.
"Masih dalam penyelidikan, keluarga juga menolak dilakukan otopsi." ucap Sormin.
• Ajak Anak dan Para ARTnya Test Corona, Maia Estianty: Gak Curiga-Curigaan Lagi Siapa yang Bawa Virus
Balita di Surabaya Hanyut
Nasib malang menimpa seorang balita berjenis kelamin laki-laki di Jalan Tambak Mayor Asemrowo, Surabaya.
Pasalnya balita berinisial N (5) itu tiba-tiba menghilang.
Anak dari pasangan suami istri ( pasutri ) Rodiyah dan Saiful itu tiba-tiba menghilang saat diajak sang ibu membeli pulsa.
Dilansir Surya.co.id, menurut Nunik Wijayanti (35) warga setempat, awalnya N diajak ibunya, Rodiyah pergi membeli paket pulsa internet di sebuah kios di Jalan Tambak Mayor, Sabtu (4/4/2020).
Jarak rumah ke kios pulsa tersebut memang terbilang cukup jauh.
"Dari rumah ke beli pulsa jaraknya 1 kilometer karena memang jauh," kata Nunik, Minggu (5/4/2020)
Saat sedang membeli paket pulsa, ungkap Nunik, Rodiah sengaja mendudukkan anaknya itu di atas pembatas gorong-gorong yang bersebelahan dengan bangunan kios penjual pulsa.
Tak disangka-sangka, baru sebentar sang ibu mengalihkan pandangan, N yang semula duduk tenang tiba-tiba menghilang.
• Hanya Gundukan Tanah Tanpa Nisan, Pemakaman 1 Jenazah Protap Covid-19 di Jakarta Butuh 15 Menit
Di tempat N duduk, hanya tampak sepasang sandal yang semula ia gunakan.
"Yang ketinggal sandalnya aja. Yang ketahuan sandalnya aja," kata Nunik.
Insiden itu terjadi sekira pukul 19.30 WIB.
Melihat buah hatinya tak ada di tempat, Rodiyah pun sontak panik.
Sadar ada yang tak beres, Rodiyah segera mencari keberadaan anaknya itu ke area parit tempat terakhir anaknya menghilang.
Diduga Tercebur
Nunik mengatakan, N diduga tercebur ke dalam gorong-gorong sedalam 1 meter itu.
Kala itu kondisi gorong-gorong memang penuh dengan luapan air pascahujan.
"Ada informasi, anaknya di dudukan di badukan (pembatas parit) sampingnya konter. Ada yg tahu anaknya tercebur," tuturnya.
• Pukul 10.00 Pagi Jadi Waktu Terbaik Berjemur di Bawah Sinar Matahari, Disarankan Posisi Tengkurap
Dicari Tim Rescue
Pencarian bocah berrinisial N itu akhirnya dibantu oleh tim rescue.
Setelah dibantu oleh Tim Rescue ari Dinas PMK Surabaya, Satpol PP Surabaya, dan Tim Search and Rescue (SAR) Kantor Surabaya, untuk melakukan pencarian pada malam itu juga, ternyata korban tak kunjung ditemukan.
Pencarian hari pertama nihil.
Hingga akhirnya proses pencarian dihentikan sementara dan dilanjut hingga Minggu (5/4/2020) siang.
"Langsung dicari sampai hari ini belum ketemu," pungkasnya.

Libatkan Alat Berat
Proses pencarian terhadap balita 5 tahun yang tenggelam di gorong-gorong atau parit sedalam satu meter di Jalan Tambak Mayor No 16, Asemrowo, Surabaya terus berlanjut.
Komandan Tim Operasi SAR Kantor SAR Surabaya Johan Saptadi mengatakan pencarian terhadap korban sudah menginjak dua hari.
Tim Gabungan dari Tim Recue Dinas PMK Surabaya, BPB Linmas Surabaya, Satpol PP Surabaya dan Tim Search and Rescue (SAR) Kantor Surabaya, sudah dikerahkan untuk melakukan pencarian.
• Bagaimana Hukum Meninggalkan Salat Jumat 3 Kali Berturut-turut? Ustaz Abdul Somad Beri Penjelasan
Namun hingga Minggu (5/4/2020) pencarian masih belum membuahkan hasil.
Johan menerangkan ada sejumlah kendala yang membuat proses pencarian belum membuahkan hasil.
Pertama, kondisi gorong-gorong tertutup coran.
Johan mengungkapkan, pihaknya harus dibantu dua unit kendaraan alat berat berjenis eskavator untuk membongkar coran penutup gorong-gorong.
"Kalau dibongkar semua dari ujung sini ke sini, pihak polsek sudah mengalihkan arus lalin. Walaupun ada space sedikit tapi kan gak efektif," katanya
Kedua, terlalu banyak warga yang tak berkepentingan turut melihat proses pencarian.
Bagi Johan hal itu terbilang menghambat kinerja personelnya di lapangan.
• Jelang Bulan Ramadan, Umat Islam Diimbau Ibadah Tarawih & Salat Id di Rumah Selama Pandemi Covid-19
Pasalnya, ruang gerak untuk menggunakan sejumlah alat pencarian terkendala.
"Terlalu banyak warga yang ikut menonton, disuruh pergi sulit," tuturnya.
Ketiga, derasnya arus luapan air di dalam gorong-gorong.
Johan menerangkan, derasnya luapan air dari dalam gorong-gorong pascahujan deras, Sabtu (4/4/2020) kemarin ternyata juga menyulitkan proses pencarian korban.
"Dibanding sekarang kemarin arusnya deras sekali, sekarang gak terlalu. Artinya arus genangan air yg deras cukup menghambat," pungkasnya.
• Ucapan Almarhum Wakil Jaksa Agung ini Jadi Pengingat Bagi Wali Kota Jakarta Barat
Korban Terseret 100 Meter
Balita laki-laki beirnisial N akhirnya berhasil ditemukan.
Tubuh balita itu terbawa arus air selokan sedalam 1 meter itu di depan celah gorong-gorong tepat di kawasan Jalan Asem Mulya, Asemrowo, Surabaya.
Bila dihitung-hitung, tubuh korban terbawa arus air selokan sejauh 100 meter ke arah timur, dari lobang gorong-gorong tempat tubuh korban pertama kali tercebur di samping kios penjual pulsa di Jalan Tambak Mayor
"Alhamdulillah korban ditemukan di gorong- depan toko atau bengkel bubut Jalan Asem Mulya," ujar Kapolsek Asemrowo AKP Hari Kurniawan di lokasi, Minggu (5/4/2020).
Heri memastikan kondisi korban saat pertama kali dievakuasi dalam keadaan tidak bernyawa.
Setelah diangkat atau dievakuasi dari lobang gorong-gorong, jenazah lantas dibawa menggunakan mobil ambulan Dinas Sosial Pemkot Surabaya menuju kamar mayat RSUD Dr Soetomo, guna dibersihkan lalu dilakukan otopsi luar.
"Kondisinya sudah meninggal. Sekarang ada di kamar mayat RSU Dr Soetomo, lalu dibawa ke pihak keluarga," tuturnya.
Hari menuturkan, pihaknya akan tetap menggali keterangan pada pihak keluarga korban mengenai kronologi kejadian pada Sabtu (4/4/2020) kemarin.
Sementara ini ia memastikan bahwa penyebab adanya insiden tersebut karena kelalaian dari pihak keluarga yang saat itu mendampingi korban.
"Tidak ada tendensi lain," pungkasnya.
(TribunJakarta/Surya/TribunJatim)