Virus Corona di Indonesia

Alasan Pihak Keluarga Tak Boleh Terlibat dalam Pemakaman Pasien Covid-19

Pihak keluarga tak diperkenankan terlibat penanganan jenazah pasien Covid-19 hingga pemakaman.

TribunJakarta.com/Elga Hikari Putra
Proses pemakaman korban corona di TPU Tegal Alur, Kalideres, Jakarta Barat, Jumat (27/3/2020). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, KRAMAT JATI - Pihak keluarga tak diperkenankan terlibat penanganan jenazah pasien Covid-19 hingga pemakaman.

Kepala Instalasi Forensik RS Polri Kramat Jati Kombes Sumy Hastry Purwanti mengatakan hanya petugas yang mengenakan alat perlindungan diri (APD) diperbolehkan menangani jenazah.

Hal ini disampaikan dalam diskusi di Rumah Pancasila dan Klinik Hukum bertema 'Covid-19 di tubuh jenazah, seberapa tinggi potensi penularannya?'

"Kenapa keluarga tidak ikut? Karena mereka tidak ada APD lengkap, dan kesedihan yang luar biasa tidak mungkin psikisnya kuat," kata Hastry saat dikonfirmasi di Jakarta Timur, Minggu (12/4/2020).

Sementara imunitas tubuh seseorang dipengaruhi kondisi psikis, dalam kondisi tertekan daya tahan tubuh cenderung menurun.

Hal ini membuat seseorang lebih rentan terjangkit berbagai penyakit, tak terkecuali Covid-19 yang bisa menular lewat cairan tubuh jenazah.

Di Instalasi Forensik RS Polri Kramat Jati, pihak keluarga diperkenankan melihat proses pemandian jenazah dengan disinfektan lewat ruang kaca.

"Kita tidak boleh menampik keinginan keluarga dengan kesedihan yang luar biasa. Kita jelaskan boleh melihat, kan tempatnya bisa melihat, dari kaca. Yang memandikan staf saya dengan APD lengkap," ujarnya.

Meski proses pemulasaran jenazah pasien Covid-19 yang ditetapkan perhimpunan dokter forensik Indonesia (PDFI) memastikan jenazah aman.

Halaman
12
Penulis: Bima Putra
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved