Breaking News:

Ramadan Segera Tiba, Simak Tips Berdagang Takjil Saat Pandemi Covid-19

Spesialis Gizi Klinis dr Raissa Edwina Djuanda, M. Gizi, Sp. GK mengatakan bahwa mengkonsumsi makanan manis saat berbuka puasa, itu boleh-boleh saja.

TribunJakarta/Elga Hikari Putra
Pedagang takjil menjamur di Jalan Panjang, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Selasa (7/5/2019). 

Laporan wartawan TribunJakarta.com, Pebby Adhe Liana

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Bulan suci Ramadan akan segera tiba. Biasanya, ada banyak penjual takjil bertebaran menjelang waktu berbuka puasa.

Spesialis Gizi Klinis dr. Raissa Edwina Djuanda, M. Gizi, Sp. GK mengatakan bahwa mengkonsumsi makanan manis saat berbuka puasa, itu boleh-boleh saja.

Misalnya kurma, kolak pisang, atau es buah.

Biasanya takjil atau makanan tersebut bisa kita dapatkan dengan membuatnya sendiri di rumah, atau membelinya.

Namun, bagaimana jika dalam situasi pandemi virus corona atau Covid-19?

Dokter Raissa mengatakan, baik untuk kita agar membuat berbagai makanan berbuka puasa sendiri di rumah ketimbang dengan membelinya di luar.

Dengan begitu, kita bisa memastikan bagaimana kebersihan dari bahan yang digunakan, hingga cara pengelolaannya.

"Jadi kalau takjilnya yang es-es beli di luar, sebaiknya jangan deh. Kecuali bikin sendiri dan dipastikan semua bahannya bersih," kata dia, Kamis (16/4/2020).

Meski dianjurkan untuk membuat menu buka puasa sendiri di rumah, bukan berarti para pedagang takjil kehilangan cara untuk mencari rezeki di tengah pandemi lho.

Pedagang takjil, bisa mengganti berbagai makanan instan dengan makanan yang bisa dipanaskan kembali saat di rumah seperti yang dianjurkan oleh dokter Raissa.

Cerita Deddy, Buat Face Shield Untuk Disumbangkan ke Tenaga Medis yang Menangani Pasien Corona

Artis Naufal Samudra Jadi Tersangka Kasus Narkoba: Alasan Sulit Tidur, Terancam 20 Tahun Penjara

Ridwan Kamil Bocorkan Rencana Penghentian KRL Hingga Minta Sanksi Tilang Bagi Pelanggar PSBB

Menurut dokter Raissa, selain mengutamakan tingkat kematangan, sebaiknya makanan yang didatangkan dari luar adalah makanan yang bisa dipanaskan.

Hal ini untuk memastikan agar virus atau bakteri yang kemungkinan menempel pada makanan tersebut mati.

"Jadi kita itu mengkonsumsi makanan saat ramadan sebaiknya dipilih pertama harus matang dan usahakan lebih baik yang bisa dipanaskan. Karena saat ini pun walaupun sebelum puasa, itu makanan yang kita beli dari luar atau delivery dari luar kalau bisa kita panaskan lagi sekitar 2 menit," bebernya.

Penulis: Pebby Ade Liana
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved