Teriak Minta Tolong Dinihari, Seorang Perawat dan Suaminya Merangkak Keluar Rumah Berlumuran Darah

Saman (54) warga Kampung Munjul, Kelurahan Munjuljaya, Kabupaten Purwakarta ini melihat peristiwa yang tak disangka-sangka.

Penulis: Siti Nawiroh | Editor: Rr Dewi Kartika H
tribunjabar/nandri prilatama
Pembacokan perawat dan keluarganya di Purwakarta, Selasa (21/4/2020) 

Kronologi

Berdasarkan pantauan TribunJabar, bagian kamar korban banyak ceceran darah mulai kasur hingga lantai kamar.

Tak hanya itu, tampak pula gordyn jendela rusak seperti akibat tarikan.

Tahu Kabar Orang Wafat Karena Kelaparan, Nikita Mirzani Prihatin & Rela Lakukan Ini: Selalu Ada Cara

Kapolres Purwakarta, AKBP Indra Setiawan melalui Kasatreskrim Polres Purwakarta, AKP Handreas Ardian mengatakan pelaku sempat mematikan saklar listrik rumah korban dan masuk ke kamar lalu membacoknya.

"Berdasar informasi yang dihimpun kuat dugaan ada unsur dendam karena tidak ada barang korban yang diambil," ujarnya

Sejumlah warga sekitar pun tampak penasaran dan berkumpul di depan rumahnya masing-masing saat aparat polisi memasang garis polisi di sekitar rumah korban.

Hingga kini, peristiwa berdarah Selasa dinihari itu masih dalam penyelidikan polisi.

2.256 Sopir dan Kernet di Jakarta Timur Dapat Bantuan Rp 600 ribu dari Polda Metro Jaya

"Jumlah pelaku berapa orangnya kami belum tahu. Yang jelas dalam satu keluarga ini ada empat orang, tiga di antaranya kena bacok dan satu lagi masih balita diamankan warga," kata Handreas.

Penyelidikan dilakukan dengan mengerahkan anjing pelacak K9 untuk mendapat titik terang.

Kondisi terkini

Kondisi terkini korban pembacokan sadis itu kini mulai membaik setelah mendapatkan perawatan di rumah sakit.

Kurniawati mendapatkan perawatan di RSUD Bayu Asih, sedangkan suaminya, Dedi Rukmayadi dirawat di RS Siloam beserta anak perempuannya.

Ibu Kandung Diduga Bunuh 2 Anaknya Selang 5 Hari, Ayah Korban Temukan Jasad hingga Bercak Darah

Direktur Utama RSUD Bayu Asih, dr. Agung Darwis menyebut kondisi Kurniawati sudah membaik dengan tensi darah kembali normal dan detak nadi yang bagus.

Agung menjelaskan korban mengalami luka di bagian kepala, leher, tangan kiri dan kanan, dan lengan kanan bagian atas.

"Terlihat akibat sabetan senjata tajam. Korban datang ke IGD ini kemarin dan memang pendarahannya banyak," katanya di RSUD Bayu Asih.

Detik-detik Balita Wafat Setelah Teguk Cairan Disinfektan di Bawah Kursi, Sempat Ngadu Kehausan

Halaman
123
Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved