Breaking News:

Kisah Mida, Kembali Memulung Bersama 5 Anaknya Lantaran Suami Dipecat

Mida harus menerima kenyataan pahit setelah mendapat pemutusan hubungan kerja

Penulis: Dwi Putra Kesuma | Editor: Erik Sinaga
TribunJakarta/Dwi Putra Kesuma
Mida bersama anak bungsu dan ke-empatnya ketika dijumpai di Jalan Raya Margonda, Beji, Kota Depok, Kamis (30/4/2020). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dwi Putra Kesuma

TRIBUNJAKARTA.COM, BEJI - Si sulung masih menangis menjerit-jerit di pinggir jalan, sementara anak ke-2 dan ke- 3 Mida (29) sedang asik lari-larian di pinggir Jalan Raya Margonda, Beji, Kota Depok.

Di dalam gerobak, nampak si bungsu yang berusia sembilan bulan sedang melahap biskuit, dan anak ke-4 sedang tertidur pulas ditemani gerungan suara kendaraan yang melintas.

Ditemui wartawan TribunJakarta.com, Mida berujar dirinya terpaksa membawa lima anaknya yang masih kecil ikut memulung, lantaran tak ada yang merawatnya jika ditinggalkan di kontrakan.

"Kalau ditinggal kan gak ada yang ngerawat, saya mulung, suami juga mulung," ujar Mida sambil mengenakan masker berwarna pinknya di tepi Jalan Raya Margonda, Kamis (30/4/2020).

Winda menuturkan dia memulung sejak lima bulan lalu.

Sebelumnya, kehidupannya sempat membaik saat suaminya diterima bekerja di kawasan Tebet, Jakarta Selatan.

Namun, kehidupan yang sempat membaik itu hanya singkat dirasakan Mida dan keluarganya.

Pasalnya, suami Mida harus menerima kenyataan pahit setelah mendapat pemutusan hubungan kerja (PHK) lantaran telat berangkat ke tempat kerja.

"Dua kali suami saya telat ke tempat kerja, saat itu juga langsung dipecat," beber Mida.

Sejak saat itu, Mida kembali memulung seperti yang dilakukannya sejak tahun 2009 silam bersama keluarganya.

Bicara pandemi Covid-19, Mida berujar hal tersebut cukup membuat dirinya resah. Namun, tak ada yang ia bisa lakukan untuk menanggulangi keresahannya sendiri.

"Yang saya takut kalau saya kena, terus anak-anak saya yang masih kecil gimana. Tapi mau gimana lagi, kalau ditinggal di rumah kan gak bisa," ucapnya menyambat.

7 Orang Nekat Mudik ke Rangkas Bitung Menumpang Truk Kontainer Raksasa

Terjawab Pelaksanaan Tes SKB CPNS 2019 Usai Lebaran, Wakil Rakyat Minta Informasi Terus Update

Ditetapkan Tersangka, Anak Ibu RT dan Warga yang Berkelahi di Koja Tidak Ditahan

Namun, datangnya bulan Ramadan saat pandemi Covid-19 ini, membuat makin banyaknya dermawan yang turun ke jalan untuk berbagi dengan sesama.

"Alhamdulillah dari kemarin banyak dermawan yang ngasih sembako, atau cuma nasi kotak. Itu juga sudah syukur alhamdulillah sekarang mah," katanya menyudahi percakapan.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved