Breaking News:

Antisipasi Virus Corona di DKI

Kemenhub Longgarkan Aturan, Anak Buah Anies Baswedan Buka Terminal Pulo Gebang

Pemprov DKI Jakarta operasikan Terminal Pulo Gebang setelah sebelumnya sempat ditutup saat awal pemberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar ( PSBB)

TribunJakarta/Bima Putra
Kondisi di area keberangkatan penumpang Terminal Terpadu Pulo Gebang, Cakung, Jakarta Timur, Kamis (2/4/2020) 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Pemprov DKI Jakarta akhirnya mengoperasikan kembali Terminal Pulo Gebang setelah sebelumnya sempat ditutup saat awal pemberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar ( PSBB).

Kebijakan ini diambil setelah Kementerian Perhubungan ( Kemenhub) melonggarkan aturan terkait pembatasan transportasi umum dalam rangka mencegah penyebaran Covid-19.

Dengan demikian, bus-bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) bisa kembali mengangkut penumpang keluar dari ibu kota.

"Hanya satu terminal saja yang beroperasi, untuk Jabodetabek hanya Terminal Pulo Gebang," ucap Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta Syafrin Liputo, Senin (11/5/2020).

Begini Cara Ganti Rekening Untuk Pencairan Insentif Kartu Pra Kerja di Prakerja.go.id Gelombang 4

Meski dibuka kembali, Syafrin memastikan, pihaknya tetap menerapkan protokol kesehatan.

Selain itu, jam operasional Terminal Pulo Gebang juga dibatasi hanya boleh beroperasi selama lima jam saja.

"Jam operasionalnya tetap kami batasi, mulai pukul 13.00 WIB sampai 18.00 WIB," ujarnya saat dikonformasi.

Anak buah Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan ini mengatakan, penerapan aturan ini bisa saja berubah, mengingat evaluasi bakal terus dilakukan oleh Dishub.

"Sementara kami batasi dulu (jam operasional) sambil kami evaluasi juga nanti," kata Syafrin.

Syafrin pun meminta perusahaan dan operator bus untuk tetap menyeleksi setiap penumpang.

Sebab, ada kriteria khusus bagi masyarakat yang boleh pulang kampung, seperti WNI yang dipulangkan dari luar negeri, warga yang memiliki anggota keluarga meninggal dunia, warga yang sakit berat dan perlu di rujuk ke RS lain, serta pejabat negara atau ASN yang memiliki surat tugas.

Dokumen persyaratan itu pun harus diperiksa oleh setiap opwrator bus sebelum mengangkut penumpang keluar dari Jakarta.

Skenario Kedatangan Penumpang yang Membludak di Bandara Soekarno-Hatta Saat Pandemi Covid-19

"Kami minta itu disampaikan ke Dishub untuk dilakukan pengecekan. Jadi, pada saat penumpang akan check oni, kami sudah bisa konfirmasi surat-surat itu," tuturnya.

Penulis: Dionisius Arya Bima Suci
Editor: Suharno
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved