Banjir Rob Terjang Permukiman Warga

Lebih Dari 1.000 Rumah di Pesisir Muara Angke Terendam Banjir Rob

Pengurus RW 21 Kelurahan Pluit, Patmono mengatakan, lima RW tersebut berada di kawasan pesisir Muara Angke

Penulis: Gerald Leonardo Agustino | Editor: Muhammad Zulfikar
TRIBUNJAKARTA.COM/GERALD LEONARDO AGUSTINO
Permukiman warga di pesisir Muara Angke, Kelurahan Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara, masih terendam banjir rob, Senin (8/6/2020). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Gerald Leonardo Agustino

TRIBUNJAKARTA.COM, PENJARINGAN - Banjir rob yang merendam permukiman warga di pesisir Muara Angke, Kelurahan Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara, belum surut total pada Senin (8/6/2020).

Air pasang masih merendam permukiman warga yang ada di sedikitnya lima RW di Kelurahan Pluit.

Pengurus RW 21 Kelurahan Pluit, Patmono mengatakan, lima RW tersebut berada di kawasan pesisir Muara Angke.

"Ada 5 RW (yang terdampak banjir rob). RW 01, 11, 20, 21, sama 22. Paling parah RW 22. Kalo ibaratnya di RW 21 50 sentimeter, di RW 22 bisa satu meter," kata Patmono saat ditemui di Sekretariat RW 21 Kelurahan Pluit, Senin siang.

Menurut Patmono, banjir rob ini sudah merendam permukiman warga sejak Jumat (5/6/2020) lalu.

Ia memperkirakan ada lebih dari 1.000 rumah warga yang terdampak banjir akibat air pasang laut ini.

"Rumahnya banyak yang kena, kalo kita gabungkan semua RW mah lebih dari 1.000 rumah yang terdampak," kata Patmono.

Salah satu titik yang terpantau masih terendam banjir ada di Jalan Krapu yang membatasi RW 01 dan RW 21 Kelurahan Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara.

Sejak Jumat (5/6/2020) lalu, air pasang laut yang membanjiri permukiman warga belum juga surut total hingga Senin (8/6/2020) siang ini.

Terpantau ketinggian air masih lebih dari 50 sentimeter dan membuat akses keluar masuk warga terhambat.

Selain kondisi banjir rob yang masih cukup tinggi, air laut yang merendam permukiman warga juga dalam kondisi cukup kotor.

Dua Penumpang Vespa Extreme Korban Tabrak Lari Masih Menjalani Rawat Inap

Polisi Tangkap Jambret di Jagakarsa yang Rampas Kalung Emas Bocah Perempuan 6 Tahun

Pantauan TribunJakarta.com di lokasi pada siang ini, air laut yang merendam permukiman warga berwarna hampir hitam pekat.

Air laut ini bercampur sampah-sampah rumah tangga dari warga setempat. Sepanjang Jalan Krapu, tak jarang terlihat banyak sampah plastik yang mengambang di air banjir.

Tak cuma berwarna kehitaman dan bercampur sampah, air laut yang merendam rumah-rumah warga ini juga mengeluarkan bau tidak sedap yang sangat menyengat.

Sumber: Tribun Jakarta
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved