Aksi Pasutri di Bandung Jual Daging Oplosan Celeng Buat Bakso dan Rendang, Terungkap Berkat Pemburu
Satuan Reserse Kriminal Polres Cimahi menangkap pasangan suami istri (pasutri) yang menjual daging oplosan.
Penulis: Ferdinand Waskita | Editor: Wahyu Aji
Daging celeng yang dibawa tersebut dimasukkan dalam 6 karung terpisah dengan berat mencapai 900 kilogram.
Sempat Berbau Busuk
Menurut penuturan sopir truk milik vendor PT Pos Indonesia, daging celeng yang diangkut dari Bayung Lincir, Musi Banyuasin, Sumatera Selatan itu busuk saat dalam perjalanan.
Karena sudah berbau busuk, Yayan berdalih ingin membuang daging celeng di hutan saat melintas di Lampung.
"Target pengiriman 2 hari harus sampai, tapi karena banyak kendala di jalan jadi dagingnya keburu busuk dan mau saya buang," ucap Yayan, Rabu (17/6/2020).
Namun belum sempat dibuang, saat di tanjakan Jalan Raya Suban, Pidada Panjang, truk dengan nomor polisi D 8713 TD yang dikemudikan mendadak mengalami mesin mati.
Karena tidak kuat menanjak, truk tersebut justru berjalan mundur hingga akhirnya menabrak pagar rumah warga sekitar.
Aparat kepolisian yang awalnya ingin membantu proses evakuasi, malah mencurigai gerak-gerik sopir saat dimintai keterangan.
Setelah dibuka, di dalam box tersebut ditemukan 6 karung daging celeng dengan berat mencapai 900 kilogram.
"Rencana mau saya buang karena bau busuk daging sudah tercium keluar box. Kalau tidak saya buang takutnya gak bisa nyeberang di pelabuhan," katanya.
Mencurigakan
Yayan Hasyim (35), seorang sopir truk box milik vendor PT Pos Indonesia, diamankan anggota polsek Panjang, Rabu (17/6/2020).
Warga Cirebon, Jawa Barat ini diamankan lantaran dalam truk yang bernomor polisi D 8713 TD diketahui mengangkut ratusan kilogram daging celeng.
"Daging celeng dimasukan ke dalam 6 karung ukuran 150 kilogram perkarungnya," ujar Kapolsek Panjang AKP Adit Priyanto, Rabu (17/6/2020).
Kapolsek menuturkan, penemuan daging celeng ini berawal dari kecurigaan anggota polsek saat hendak mengevakuasi truk karena menabrak pagar rumah warga di Jalan Raya Suban, Pidada, Panjang sekira pukul 07.00 WIB.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/pasangan-suami-istri-jual-daging-babi-atau-daging-celeng-dicampur-dengan-daging-sapi.jpg)