Hasil Otopsi Gadis Serpong Utara Korban Pemerkosaan Bergilir, Tidak Ditemukan Zat Excimer

Hasil otopsi jenazah OR (16), gadis di bawah umur yang meninggal dunia setelah sempat dirudapaksa delapan pria secara bergilir.

Penulis: Jaisy Rahman Tohir | Editor: Suharno
ISTIMEWA
ILUSTRASI 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Jaisy Rahman Tohir

TRIBUNJAKARTA.COM, PAGEDANGAN - Hasil otopsi jenazah OR (16), gadis di bawah umur yang meninggal dunia setelah sempat dirudapaksa delapan pria secara bergilir, tidak ditemukan kandungan excimer.

Seperti diberitakan TribunJakarta.com sebelumnya, OR dua kali disetubuhi secara bergilir, di salah satu rumah di bilangan Cihuni, Pagedangan, Kabupaten Tangerang, pada tanggal 10 April 2020 dan 18 April 2020.

Pada 10 April, OR disetubuhi oleh delapan pria, yakni: FF, SU, DE, AN, RI, DK, DR dan S. Sedangkan pada 18 April, S tidak ikut aksi bejat itu.

Diketahui, S merupakan saudara dari SU, dan sudah beristri serta memiliki tiga orang anak.

Tukang Parkir di Bulak Kapal Kota Bekasi Dibacok Orang Tanpa Alasan

Pada dua kali persetubuhan bergilir itu, OR sama-sama diajak oleh FF, kekasihnya. Sebelum OR melepas baju dan digauli bergilir, gadis putus sekolah itu terlebih dahulu meminum pil excimer sebanyak tiga butir sekaligus.

Pil semacam obat penenang itu dibelikan oleh SU, yang juga pemilik rumah.

Setelah dua kali persetubuhan bergilir itu, OR jatuh sakit. Kapolsek Pagedangan, AKP Efri, bahkan menyebut OR sampai pincang dan harus menggunakan kursi roda.

Aparat sudah menangkap seluruh tersangka, kecuali RI yang masih dalam pengajaran.

Kronologi Ledakan di Menteng Versi Ketua RT 01 Jakarta Pusat: Ada yang Naik Motor Lempar Sesuatu

Efri mengatakan, setelah hati dan empedu OR diperiksa di Pusat Laboratorium Forensik Mabes Polri, tidak ditemukan kandungan excimer.

Diperkirakan, zat excimer sudah larut dalam makanan dan minuman yang dikonsumsi OR.

Hal itu karena lamanya rentang waktu kejadian dengan pemeriksaan tubuh korban.

Efri memastikan bahwa excimer itu benar ada dan mengakibatkan korban teler sebelum diperkosa bergilir.

Kisah Haru TKI Nikahi Model Cantik dengan Mahar Sandal Jepit & Segelas Air, Dituding Cari Sensasi

"Dua organ yany diotopsi hati dan empedu. Excimernya tidak ada lagi, penyebabnya dimungkinkan karena larut dengan makanan dan minuman yang dikonsumsi korban," ujar Efri di Mapolsek Pagedangan, Jalan Pagedangan, Kabupaten Tangerang, Senin (6/7/2020).

Selain excimer, hasil otopsi juga menunjukkan tidak adanya zat berbahaya atau berracun lainnya pada tubuh OR .

Halaman
12
Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved