Ini Alasan Mengapa Ibu Hamil Tetap Harus Aktif Bergerak

Situasi pandemi Covid-19 membuat ibu hamil lebih banyak berada di rumah karena alasan kesehatan.

Tayang:
Penulis: Pebby Ade Liana | Editor: Suharno
Kompas/NataliaDeriaBina
Ilustrasi Hamil 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Pebby Adhe Liana

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Situasi pandemi Covid-19 membuat ibu hamil lebih banyak berada di rumah karena alasan kesehatan.

Meski begitu, bukan berati saat dirumah saja bumil hanya menghabiskan waktu untuk berdiam diri dan tidak melakukan apa-apa.

Aktif bergerak tetap dianjurkan untuk kebugaran calon ibu dan buah hati.

"Memang ada baiknya kalau nggak ada aktivitas-aktivitas yang perlu, nggak perlu ke luar rumah, di rumah aja tapi bukan berarti di rumah aja nggak ngapa-ngapain.
Meskipun di rumah gak boleh diem juga, karena memang kalau kita gak aktif selama hamil ada efeknya," kata Dokter Spesialis Kandungan dan Kebidanan dari Eka Hospital Cibubur, Riska Amelia, dalam live Eka Hospital, Senin (3/8/2020).

Ketua RT di Jatinegara Jakarta Timur Sesalkan Warganya yang Viral Karena Aniaya Monyet

Dr Riska menjelaskan, malas bergerak memiliki banyak efek yang kurang baik selama kehamilan.

Salah satunya meningkatkan resiko darah tinggi selama hamil, membuat berat badan semakin meningkat, hingga menyulitkan proses persalinan.

"Kalau berat badan berlebih ada resiko diabetes. Jadi Aliran darah terganggu akhirnya kesehatan bayinya juga terganggu. Misalnya dirumah tambah gendut, makannya banyak tapi aktivitasnya kurang. Bayinya jadi gede banget. Akhirnya lahirnya susah," jelas dia.

Menurut dokter Riska, aktivitas apapun baik dilakukan untuk ibu hamil. Dengan catatan, tidak terlalu berat serta tetap memperhatikan kondisi perut.

Sopir Mikrolet Hingga Bajaj Terjaring Razia Masker di Jalan Mangga Dua Raya Jakarta Utara

Hindari gerakan-gerakan atau aktivitas yang menyebabkan benturan pada area perut. Ia menyarankan, aktivitas dilakukan dalam 150 menit per minggu.

Jalan-jalan berkeliling area rumah, mengepel atau menyapu boleh-boleh saja dilakukan.

"Usahalan aktivitas dilakukan 150 menit dalam waktu seminggu. Tapi aktivitas macam apapun itu, sebenarnya bermakna asal sekurang-kurangnya dilakukan 10 menit. Tapi bukan sehari 10 menit. Sekurang-kurangnya gerakan aktivitas dilakukan 10 menit. Kalau diakumulasikan harus 150 menit seminggu. Misalnya pagi nyapu, sorenya ngepel. Itu boleh," imbuhnya.

Selain itu, melakukan senam hamil atau yoga juga bisa menjadi salah satu pilihan yang bisa dilakukan saat bumil berada di rumah.

Selain berdampak baik untuk kebugaran calon ibu, senam atau yoga juga dipercaya mampu membuat otot-otot dasar pinggul lebih lentur. Menurut dr Riska, senam hamil atau yoga kebanyakan memudahkan proses persalinan.

"Jadi lebih memudahkan untuk persalinan karena terbiasa juga latihan pernafasan. Aliran darah juga bagus, jadi saat melahirkan, pemulihan juga jadinya baik. Harus tetap aktivitas selama hamil," paparnya.

"Kalau biasa aktivitas, selama hamil lanjutin aja asal jangan berat-berat. Dipperhatikan perutnya semakin besar aktivitasnya makin berkurang karena akan makin sesak. Kalau yang gak pernah aktivitas usahakan dimulai dari aktivitas yang ringan, jangan engga sama sekali," jelasnya.

Sumber: Tribun Jakarta
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup B - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 02:00 WIB
Qatar
Qatar
1 - 1
Switzerland
Swiss
Grup C - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 05:00 WIB
Brazil
Brasil
1 - 1
Morocco
Maroko
Grup C - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 08:00 WIB
Haiti
Haiti
0 - 1
Scotland
Skotlandia
Grup D - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 11:00 WIB
Australia
Australia
2 - 0
Turkiye
Turki
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved