Badan Intelijen Negara Gelar Tes Swab: Jika Ada Pegawai Positif Langsung Ditangani
Ratusan pegawai Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) mengikuti tes swab yang digelar Badan Intelejen Negara (BIN).
Penulis: Bima Putra | Editor: Suharno
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra
TRIBUNJAKARTA.COM, MATRAMAN - Ratusan pegawai Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) mengikuti tes swab yang digelar Badan Intelijen Negara (BIN).
Banyaknya kasus terkonfirmasi Covid-19 di lingkungan perkantoran, tak terkecuali instansi pemerintah jadi sebab para pegawai mengikuti tes.
Hal ini disampaikan Ketua Pelaksana Harian Sub Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 BIN Brigjen TNI Irwan Mulyana.
"Karena saat ini Covid-19 terus menyasar perkantoran, makanya harus diputus dengan cepat," kata Irwan di kantor BPKP, Matraman, Jakarta Timur, Jumat (7/8/2020).
• Peserta Tes SKB CPNS 2019 yang Tidak Daftar Ulang Apakah Bisa Mengikuti Ujian? Ini Jawaban BKN
Terlebih pegawai BPKP kerap melakukan kontak langsung dengan banyak warga saat bertugas sehingga memicu penularan.
Sejak pukul 07.00 WIB ratusan pegawai BPKP antre melakukan pemeriksaan tes swab yang digelar BIN guna mencegah penularan Covid-19.
"Bila ada pegawai yang dinyatakan positif akan bisa langsung ditangani. Klaster sekarang ini yang rawan di sektor perekonomian di pasar, mall, dan perkantoran," ujarnya.
Pasalnya makin cepat seseorang diketahui terkonfirmasi, penanganan medis yang diberikan lebih cepat dan mencegah penularan meluas.
• Tidak Banding, Presiden Jokowi Cabut Keputusannya Terkait Pemecatan Evi Novinda Ginting
Irwan meminta warga lebih mematuhi protokol kesehatan mengingat WHO sudah menyatakan Covid-19 dapat menyebar lewat airborne.
"Kita selalu memberikan edukasi dan sosialisasi agar masyarakat selalu menerapkan protokol kesehatan di segala aktivitas mereka," tuturnya.
Sementara Kepala Biro Hukum dan Komunikasi BPKP, Syaifudin Tagamal berharap hasil uji spesimen swab jajarannya nantinya negatif.
Menurutnya para pegawai antusias mengikuti tes swab yang digelar karena hendak memastikan dirinya tidak terpapar Covid-19.
• Kemendikbud Bilang Sudah Cukup, Pemkot Bekasi Hentikan Simulasi Belajar Tatap Muka saat Pandemi
"Kita akan laksanakan protokol kesehatan sebagaimana arahan dari Kementerian Kesehatan," kata Syaifudin.