Sempat Pulang Kampung Sebelum Tewas Dibunuh, Staf KPU Yahukimo Curhat Ini ke Ibunda: Aku Takut Mah

Peristiwa kematian staf KPU Yahukimo Papua, Henry Jovinski masih menyisakan misteri.

Penulis: Muji Lestari | Editor: Rr Dewi Kartika H
Tangkapan Layar Kompas.com
Vivin Monika (kiri), ibu staf KPU Yahukimo, Papua, Henry Jovinski (25), di Desa Kedungmalang, Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Jumat (21/8/2020).(KOMPAS.COM/FADLAN MUKHTAR ZAIN) 

Vivin Monika mengatakan, anaknya sempat menyaksikan peristiwa pembakaran kantor KPU setempat.

"Kata dia panah berterbangan, kantor dibakar, laptopnya dibanting. Dia pulang ke sini memang tanpa izin," kata Vivin.

Saat berada di rumah, Henry diketahui hanya meringkuk seperti orang ketakutan.

Karangan Bunga ungkapan belasungkawa untuk anggota KPU yang tewas di Yahukimo, terjejer di depan rumah duka, Rabu (12/8/2020)(Kompas.com/Wisang Seto Pangaribowo)
Karangan Bunga ungkapan belasungkawa untuk anggota KPU yang tewas di Yahukimo, terjejer di depan rumah duka, Rabu (12/8/2020)(Kompas.com/Wisang Seto Pangaribowo) (Tangkapan Layar Kompas.com)

Ia bahkan sempat bercerita bahwa ia merasa takut untuk kembali ke Yahukimo.

"Di rumah tiduran dia ngringkuk, 'aku takut Mah takut'. Kejadiannya enam atau tujuh bulan sebelum ini," kata Vivin.

Tak hanya menyaksikan aksi anarkis, kepada Vivin, sang anak juga mengaku pernah ketakutan, lantaran mendapatkan perlakuan tak menyenangkan saat ia membeli handuk.

"Ketakutan pernah, pulang karena diludahin orang di sana, pas beli handuk," kata ibu korban.

Namun selang beberapa waktu, Henry kembali ke Papua karena dipanggil oleh kantor.

Akui Sempat Frustrasi saat Video YouTubenya Tak Ada Nonton, Boy William: Gua Gak Tahu Harus Ngapain

Kerap Ditanya Asal Usul

Menurut pengakuan Henry, kata Vivin, selama bekerja korban kerap ditanya asal usulnya oleh orang tidak dikenal.

"Sering ditanya 'kamu orang mana', dia tinggi, putih, namanya juga Henry Jovinsky, orang mana, orang mana, sering (ditanya) gitu di sana."

"Kalau tahu begitu, mending enggak usah berangkat lagi ke sana, mending kerja di Banyumas jadi apa saja," kata Vivin.

Meski kerap mengalami hal tidak menyenangkan, menurut Vivin anaknya selalu meyakinkan orangtuanya bahwa kondisinya baik-baik saja.

"Bodohnya saya tidak melaporkan, karena Henry menutup akses, enggak ada nomor HP teman dan rekan KPU mana pun."

"Saya pernah minta supaya dikasih nomor HP temannya, tapi tenang saja katanya," ujar Vivin.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved