Breaking News:

Asma Allah Diucap Sri Handayani Sebelum Meninggal, Berikutnya Suami dan 2 Anak Menyusul

Setelah membuka pintu kamar dan menerima uang setoran sebesar Rp 250 ribu, Sri Handayani (36) menyebut asma Allah lalu meninggal.

Editor: Y Gustaman
Tribun Solo/Agil Tri/Ryantono Puji Santoso
Suranto dan keluarga tewas dibunuh di rumah mereka di Dukuh Slemben RT 01 RW 5, Desa Duwet, Kecamatan Baki, Kabupaten Sukoharjo, Rabu (19/8/2020) dini hari WIB. (Inset) Polisi menghadirkan Henry Taryatmo (di kursi roda), tersangka yang menghabisi keluarga Suranto, saat rekonstruksi di Mapolres Sukoharjo, Jawa Tengah, Kamis (27/8/2020). 

"Saya ngojek saja. Tapi belum ada yang nyangkut," Henry membalas.

Iba melihat Henry tak kunjung mendapat ojek online untuk pulang, Handayani mempersilakannya menunggu di ruang tamu.

Handayani kemudian berlalu kembali ke kamar untuk melanjutkan tidur, sedangkan Henry main game online selama menunggu ojek online.

Liang Kubur Siap dan Istri Sudah Didoakan, Suami Kaget Lihat Sosok di Balik Kain Penutup Jenazah

Tak lama, ia beranjak ke dapur dan mengambil pisau dapur. Henry memberanikan diri memanggil pemilik rumah, "Mas, Mbak."

Panggilan pertama tak direspon, Henry mengulanginya lagi. Hingga pintu kamar terbuka Handayani muncul di hadapan Henry.

Sejurus kemudian, Henry menyodorkan uang setoran Rp 250 ribu dan diterima Handayani lalu menghitungnya.

Tiba-tiba, Henry menerobos tepat ulu hati Handayani tiga kali dengan pisau yang ia ambil dari dapur.

Perbuatan keji yang menewaskan Handayani, begitu saja muncul selagi Henry main game online di ruang tamu.

Tiba-tiba, ia teringat tanggal 19 Agustus adalah hari jatuh tempo ia harus membayar utangnya.

Suranto terbangun, syok, dan berteriak mendapati istrinya bersimbah darah sudah tak bernyawa di tangan Henry.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Solo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved