Asma Allah Diucap Sri Handayani Sebelum Meninggal, Berikutnya Suami dan 2 Anak Menyusul

Setelah membuka pintu kamar dan menerima uang setoran sebesar Rp 250 ribu, Sri Handayani (36) menyebut asma Allah lalu meninggal.

Editor: Y Gustaman
Tribun Solo/Agil Tri/Ryantono Puji Santoso
Suranto dan keluarga tewas dibunuh di rumah mereka di Dukuh Slemben RT 01 RW 5, Desa Duwet, Kecamatan Baki, Kabupaten Sukoharjo, Rabu (19/8/2020) dini hari WIB. (Inset) Polisi menghadirkan Henry Taryatmo (di kursi roda), tersangka yang menghabisi keluarga Suranto, saat rekonstruksi di Mapolres Sukoharjo, Jawa Tengah, Kamis (27/8/2020). 

Selang tiga jam mayat keluarga Suranto ditemukan, polisi menangkap Henry di Kecamatan Baki, Sukoharjo.

Napi Lapas Riau Pemeras Perempuan Habiskan Rp 4,5 Juta Main Hago

Jenazah satu keluarga korban pembunuhan Henry dimakamkan pada Sabtu (22/8/2020) sore di TPU Curidan, Kampung Curidan, Kelurahan Bulakrejo, Sukoharjo.

Keempat jenazah dimakamkan di satu liang kubur panjang 2,5 meter, lebar 2 meter, dan kedalaman 2 meter. Di permukaannya ditandai dengan empat gundukan tanah.

"Nanti kalau dipasangi batu nisan, jumlahnya ada empat, meski dalam satu liang lahat," jelas Ketua RW 06 Setyohadi (51).

Menurut Setyohadi, jenazah keluarga Suranto dimakamkan di TPU Curidan atas permintaan keluarga istri Suranto.

Artikel ini disarikan dari berita Tribunsolo.com dengan judul: Kalimat Terakhir Istri Suranto Sebelum Nyawanya Dihabisi Henry Taryatmo; Pelaku Sempat Mandi & Minum di Rumah Korban; Detik-detik Penemuan Mayat di Baki Sukoharjo; dan Usai Bunuh Satu Keluarga di Baki Sukoharjo, Pelaku Tak Terlihat Menyesal

Sumber: Tribun Solo
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved