Breaking News:

Lurah Ngamuk Siswa Titipan Ditolak

Kepala SMAN 3 Tangsel Ingin Kasus Lurah Saidun Ngamuk Siswa Titipan Ditolak Jadi Pelajaran

Lurah Saidun dijerat dengan tuduhan pasal 335 ayat (1) dan 406 KUHP tentang pemaksaan dengan ancaman dan pengerusakan barang.

Penulis: Jaisy Rahman Tohir | Editor: Wahyu Aji
TRIBUNJAKARTA.COM/JAISY RAHMAN TOHIR
Fasad SMAN 3 Tangsel, Jalan Benda Timur XI A, Benda Baru, Pamulang, Tangsel, Jumat (17/7/2020). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Jaisy Rahman Tohir

TRIBUNJAKARTA.COM, PAMULANG - Kasus Lurah Benda Baru, Saidun, yang terkait praktik calo di SMAN 3 Tangerang Selatan (Tangsel), diharapkan tidak akan terulang dan menjadi pelajaran bagi semua pihak.

Seperti diberitakan TribunJakarta.com sebelumnya, Lurah Saidun mengamuk di ruang Kepala SMAN 3 Tangsel lantaran siswa titipannya tidak diterima pihak sekolah, pada Jumat (10/7/2020).

Beberapa toples yang berjejer di meja ditendang hingga pecah berantakan. Pihak sekolah pun melaporkan kejadian itu ke Polsek Pamulang.

Lurah Saidun dijerat dengan tuduhan pasal 335 ayat (1) dan 406 KUHP tentang pemaksaan dengan ancaman dan pengerusakan barang.

"Mudah-mudahan ini menjadi pelajaran buat Pak Lurah juga mungkin untuk semuanya," ujar Kepala SMAN 3 Tangsel, Aan Sri Analiyah, melalui sambungan telepon, Sabtu (29/8/2020).

Aan memilih untuk mencabut laporan polisinya. Status tersangka Lurah Saidun pun dicabut.

Pihak kepolisian juga menghentikan penyidikannya, karena dianggap unsur keadilan sudah terpenuhi tatkala kedua belah pihak berdamai.

Aan membuat kesepatakan dengan Saidun yang sudah berkali-kali meminta maaf dan menyesali perbuatannya.

"Iya ada nota kesepakatan perdamaiannya, sudah diserahkan ke Polsek kemudian ditandatangani dari pihak Pak Lurah sama kami dari pihak sekolah," ujarnya.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved