Breaking News:

Minta Warga Stop Penggunaan kata Anjay, Komnas PA: Bisa Termasuk Kekerasan Verbal

Ketua Komnas PA, Arist Merdeka Sirait membenarkan pihaknya meminta warga tidak menggunakan kata 'anjay'.

TRIBUNJAKARTA.COM/DWI PUTRA KESUMA
Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak, Arist Merdeka Sirait, saat dijumpai wartawan di Balai Kota Depok, Selasa (14/7/2020). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, PASAR REBO - Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA), Arist Merdeka Sirait membenarkan pihaknya meminta warga tidak menggunakan kata 'anjay'.

Menurutnya kata yang kerap dilontarkan generasi muda mengekspresikan sesuatu yang keren dapat bermakna negatif atau kasar bila penggunaannya tidak tepat.

"Pengalaman empirik di masa kecil saya di suatu daerah di Sumatera Utara juga seringkali mendengar untuk satu kata pujian menggunakan kata "anjing" atau sebutan sama seperti anjay misalnya," kata Sirait saat dikonfirmasi di Jakarta Timur, Minggu (30/8/2020).

Dia membenarkan kata tersebut tak masalah digunakan bila dilontarkan dalam pembicaraan dua orang yang sudah saling kenal dan akrab.

Namun lain urusan bila orang yang melontarkan kata Anjay kepada lawan bicara baru dikenal atau lebih tua, dalam hal anak ke orangtua atau orang dewasa.

"Jika dilakukan kepada seseorang yang tidak dikenal dan atau lebih dewasa maka istilah Anjay atau anjing bisa menjadi masalah dan tindak pidana kekerasan," ujarnya.

Sirait mengimbau warga tidak lagi menggunakan kata Anjay karena berpotensi merendahkan martabat seseorang atau yang disebutnya sebagai kekerasan verbal.

Bila lawan bicara tidak terima maka orang yang melontarkan kata anjay dapat dipidana, termasuk menggunakan UU nomor 35 tahun 2014 tenang Perlindungan Anak.

"Sesuai ketentuan UU RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak maka tindakan itu adalah kekerasan verbal. Lebih baik jangan menggunakan kata anjay," tuturnya.

Sirait menyebut sudah menerima laporan orangtua yang mengeluhkan penggunaan kata anjay di media sosial karena khawatir diikuti anak mereka.

Langgar Protokol Kesehatan, Warunk Upnormal Tebet Ditutup Satpol PP

Dua Jari Pemuda Ini Hancur Masuk ke Mesin Penggilingan Daging

Dia menilai kekhawatiran orangtua yang melapor ke Komnas PA tidak berlebihan karena anak kerap mengikuti tindakan orang dewasa tanpa tahu artinya.

"Banyak pihak terutama orangtua khawatir terhadap anaknya yang terpengaruh, penggunaan istilah anjay harus dilihat dari berbagai sudut pandang tempat dan makna," lanjut Sirait.

Penulis: Bima Putra
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved