Unggah Foto Suami Sama Wanita Lain di Status WA, Istri Perangkat Desa di Sukoharjo: Teganya Dirimu!
Warga Desa Kedungsono, Kecamatan Bulu, Sukoharjo, dibuat heboh dengan ulah seorang perangkat desa berinisial FAP (26).
Penulis: Rr Dewi Kartika H | Editor: Siti Nawiroh
"Pamong desa kan harusnya memberi contoh yang baik, dengan adanya kasus ini kan nama baik Desa Kedungsono jadi tercoreng," ucapnya.
"Kami meminta yang bersangkutan diberhentikan dari jabatannya," tandasnya.
• Beri Kado Ini untuk Ultah Sarwendah, Betrand Peto Malu-Malu Sampai Tutup Wajah saat Bungkusan Dibuka
Purwanto mengatakan pihaknya didukung Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Kedungsono telah meminta Kepala Desa Kedungsono untuk memecat perangkat desa berinisial FAP itu.
"Sembilan orang di BPD sudah tanda tangan dan sudah melakukan somasi ke Pak Kades," katanya saat melaporkan kejadian yang menggegerkan warga di Pemkab Sukoharjo, Senin (31/8/2020).
"Intinya yang kami meminta yang bersangkutan diberhentikan," imbuhnya.
"Tapi dengan alasan yang lain, Pak Kades tidak mau memberhentikan," ucapnya.
• Iparnya yang Diduga Bunuh & Perkosa Nenek 70 Tahun Dihajar Napi, Edo Kondologit Ngamuk: Kita Tuntut!
Dikatakan, sembilan orang dari BPD Kedungsono yang sudah tanda tangan meilputi ketua, wakil ketua, sekertaris dan 6 anggota.
Namun, permintaan warga tersebut tidak dikabulkan oleh Pemerintah Desa (Kades) Kedungsono.
"Pemdes hanya memberikan sanksi berupa membuat surat pernyataan saja," kata dia.
"Alasannya gak ada dasar hukumnya, padahal itu jelas tindak asusila," ucapnya.
• Adik Ipar Tewas di Tahanan Diduga Terlibat Kasus Perkosaan dan Pembunuhan, Edo Kondologit Ngamuk
Datangi Kantor Bupati
Perwakilan warga dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Kedungsono, Kecamatan Bulu mendatangi Kantor Dinas Bupati Sukoharjo, Senin (31/8/2020).
Kedatangan mereka untuk mengajukan somasi pemberhentian FAP.
Purwanto, ini merupakan langkah somasi kedua yang dilakukan.

"Kita telah melakukan somasi pada tanggal 24 Agustus kemarin, tapi tidak ada tanggapan," ungkapnya kepada TribunSolo.com.
"Ini somasi kedua, kita ingin mengadu ke Inspektorat dan Bupati Sukoharjo," imbuhnya.
Adapun hingga berita ini diturunkan, TribunSolo.com masih mencoba mengkonfirmasi laporan dari warga yang menyasar seorang perangkat di desa tersebut.
Bahkan nomor ponsel kepala desa untuk mengkonfirmasi bawahannya itu tidak aktif, biasanya bisa ditelp sewaktu-waktu. (*)