Breaking News:

Jakarta Terapkan PSBB Transisi

Sanksi Masuk Peti Mati bagi Pelanggar PSBB Dikritik Keras, Satpol PP: Hanya Improvisasi

Kepala Satpol PP DKI Jakarta Arifin mengatakan sanksi masuk peti mati tidak ada dalam di peraturan gubernur

Penulis: Erik Sinaga 2 | Editor: Wahyu Aji
TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA
Pelanggar protokol kesehatan di Kelurahan Kalisari yang memilih sanksi masuk peti mati di Pasar Rebo, Jakarta Timur, Kamis (6/9/2020). 

Kebijakan menghukum masyarakat yang tidak mengenakan masker masuk peti mati mendapat kritikan keras dari politikus Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaen.

Ferdinand mencibir langkah sosialisasi tersebut melalui akun Twitternya.

"Saya kalau melihat foto ini rasanya ingin memaki, untung saya masih bs mengendalikan emosi. Sial betul nasib Jakarta punya Gubernur seperti ini.
Peti mati dibuat, demo diijinkan, kerumunan diijinkan, ganjil genap dilakukan. Anda tidak jelas kebijakannya Nies..!," tulis Ferdinand Hutahaen, dikutip Wartakotalive.com, Kamis (3/9/2020).

Ferdinand juga menyoroti soal hukuman sosial yang diberikan kepada para pelanggar PSBB oleh Pemkot Jakarta Timur, dimana pelanggar masuk ke dalam peti mati yang disediakan oleh Satpol PP.

Ia menyebut, hukuman tersebut sebagai sebuah kekonyolan.

"Nies, kira-kira menurutmu, apa yang dirasakan oleh terhukum ini stlh disuruh tidur di petimati? Takut? Gemetar? Gelisah? Resah? Atau justru cengengesan lucu?

Hukuman sosial yg berdampak efek jera, itu yg hrs dilakukan. Bukan bermain drama sprt ini. Konyol..!"

Anies apresiasi monumen peti mati

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mendatangi Danau Sunter di Jalan Danau Sunter Selatan, Sunter Jaya, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Selasa (1/9/2020).

Kedatangan orang nomor satu di DKI Jakarta itu untuk melihat lebih dekat tugu peringatan bahaya virus corona atau Covid-19 berupa peti mati.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved