Kanker Payudara: Gejala, Pengobatan dan Cara Mendeteksinya

Kanker payudara merupakan salah satu jenis penyakit ganas yang banyak ditemui.

ISTIMEWA/Shutterstock
Ilustrasi kanker payudara 

Laporan wartawan TribunJakarta.com, Pebby Adhe Liana

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Kanker payudara merupakan salah satu jenis penyakit ganas yang banyak ditemui.

Meski dapat menyerang pria, namun kebanyakan kanker payudara terjadi pada wanita.

Oleh karena itu, penting bagi kita untuk melakukan deteksi dini agar dapat segera ditangani sebelum terlambat.

Medical Department Kalbe, Dokter Hastarita Lawrenti mengungkapkan kanker payudara umumnya menyerang kelenjar penghasil susu pada payudara juga pada saluran duktus, atau saluran yang membawa air susu di payudara.

Meski begitu, bukan berati sel-sel kanker tak bisa bertumbuh pada jaringan payudara lainnya.

"Kanker payudara adalah keganasan yang berasal dari kelenjar, saluran kelenjar, dan jaringan penunjang payudara. Salah satu opsi bagi pasien yang telah terdiagnosa kanker payudara pada stadium tertentu adalah dengan melakukan operasi pengangkatan," kata dia dalam webinar Kalbe, Selasa (8/9/2020).

Pada stadium awal, biasanya penderita tidak merasakan adanya benjolan atau gejala-gejala tertentu.

Namun ketika kanker sudah cukup besar barulah kemudian muncul beberapa tanda juga gejala.

Seperti adanya benjolan yang terkadang terasa nyeri atau bahkan tidak nyeri, iritasi kulit atau dimpling, serta retraksi puting payudara.

Retraksi puting payudara merupakan kondisi dimana puting tertarik ke dalam.

Selain itu juga ada nipple discharge atau keluarnya cairan tertentu dari payudara, hingga pembengkakan kelenjar getah bening di ketiak atau sekitar leher.

"Itulah sebabnya kenapa pada saat kita melakukan periksa payudara, yang kita lakukan pemeriksaan nya adalah bukan hanya fokus pada payudara. Tetapi kita juga fokus pada daerah ketiak ya, karena ada gejala pembengkakan kelenjar getah bening di ketiak, kemudian juga di daerah sekitar leher," ungkapnya.

Pada pasien penderita kanker payudara, biasanya dokter akan melakukan sejumlah tatalaksana dalam hal pengobatan.

Mulai dari pembedahan, terapi radiasi, terapi hormon, kemoterapi, serta terapi target.

Sumber: Tribun Jakarta
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved