Pilkada Kota Tangsel
KPU Tangerang Selatan Habiskan Rp 87 Juta untuk Swab Test Seluruh Pegawainya
Setiap orang, tes swab membutuhkan biaya Rp 1,5 juta, yang jika ditotal, KPU harus menggelontorkan dana sebesar Rp 87 juta.
Penulis: Jaisy Rahman Tohir | Editor: Wahyu Aji
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Jaisy Rahman Tohir
TRIBUNJAKARTA.COM, SETU - KPU Tangerang Selatan (Tangsel) menggelar tes swab secara mandiri bekerja sama dengan rumah sakit (RS) swasta hingga menggelontorkan dana puluhan juta rupiah.
Ketua KPU Tangel, Bambang Dwitoro, mengatakan, tes swab yang digelar secara drive thru di Kantor KPU Tangsel, Jalan Raya Serpong, Setu, pada Jumat (18/9/2020) itu, diperuntukan bagi seluruh pegawai dan komisioner yang jumlahnya mencapai 58 orang.
• Keponakan Prabowo Heran kenapa Hasil Tes Swab Komisioner KPU Tangerang Selatan Lambat
• Komentar Benyamin Soal Komisoner KPU Tangsel Terinfeksi Covid-19 dan Tetap Urusi Pendaftaran Paslon
• Setelah Komisioner Terpapar Covid-19, KPU Tangsel Gelar Tes Swab Mandiri untuk Pegawai
Setiap orang, tes swab membutuhkan biaya Rp 1,5 juta, yang jika ditotal, KPU harus menggelontorkan dana sebesar Rp 87 juta.
"Ini kita mandiri, jadi menggunakan anggaran pribadi KPU Kota Tangerang Selatan. Kerja sama RS BSD Medika. Totalnya berapa saya lupa. Kalau enggak salah per orang itu biayanya Rp 1,5 juta," ujar Bambang.
Tes swab itu digelar dalam rangka menindaklanjuti seorang pegawai dan Komisoner KPU Tangsel, Mudjahid Zein, yang terkonfirmasi Covid-19.
Seperti diketahui, Mudjahid dan seorang pegawai itu mendapat hasil swab dari Dinas Kesehatan (Dinkes) pada Rabu (16/9/2020).
Hasil tes tersebut keluar setelah waktu yang cukup lama, yakni 16 hari.
Bambang sempat menunjukkan kekecewaannya karena lambatnya hasil tes tersebut keluar.
Pasalnya, tes swab tesebut dilakukan dalam rangka persiapan tahapan pendaftaran Pilkada Tangsel pada 4-6 September 2020.
Alhasil Mudjahid, yang menjadi penanggung jawab, mengurusi pendaftaran bakal pasangan calon dalam keadaan positif Covid-19 tanpa diketahui.
"Kritikan saya ini Dinkes, termasuk sama kadisnya, saya bilang 'Pak Deden, KPU itu mau melaksanakan pendaftaran bakal melibatkan banyak orang tolong itu dikeluarkan (hasil swab),' 'siap pak, siap pak nanti.' Ditunggu-tunggu sampai Senin kemarin itu kan belum keluar," ujarnya.