Beberkan Ancaman Nyata Kebangkitan PKI, Gatot Nurmantyo: Saya Cuma Ingatkan Ada Sejarah Kelam

Mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo menjelaskan tentang kebangkitan PKI di Indonesia.

Penulis: Kurniawati Hasjanah | Editor: Elga H Putra
TribunWow
Mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo 

TRIBUNJAKARTA.COM - Mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo menjelaskan tentang kebangkitan PKI di Indonesia.

Gatot mengklaim mengetahui bangkitnya partai komunis itu sejak 2008.

Dilansir TribunJakarta pada Jumat (25/9) dari kanal YouTube Tv One News, Gatot Nurmantyo menyatakan telah mengamati cukup lama terkait bangkitnya PKI.

TONTON JUGA:

"Puncak di 2008 ketika pelajaran sejarah G30S/PKI itu sudah tak ada, dicabut semua. Ini suatu hal penting, ada peristiwa kelam tetapi kok tiba-tiba dihapus? Ini ada tangan-tangan kuat sampai bisa menghapus itu," ujar Gatot Nurmantyo.

Jangan Lupa Baca Surat Al Kahfi di Hari Jumat, Intip 5 Keutamaan yang Bisa Didapatkan

Tak cuma itu, Gatot juga merasakan jika generasi muda saat ini tak banyak yang mengetahui sejarah Indonesia.

"Anak teman saya yang merupakan jenderal, dia kuliah di Universitas Indonesia dan bertanya 'Pak, Aidit itu siapa?' coba bayangkan. Hasil survei pun pemuda kita gak percaya ada PKI," beber Gatot Nurmantyo.

FOLLOW JUGA:

Gatot menilai, dengan berbagai kondisi tersebut, ia kemudian memerintahkan untuk nobar film G30S/PKI untuk prajuritnya yang berusia muda.

"Fokusnya ke prajurit saya yang muda-muda karena bisa saja mereka gak tahu sejarah kelam itu. Sedangkan inti dari TNI itu ideologi harus kuat," imbuh Gatot Nurmantyo.

Gatot menyatakan, ia memerintahkan prajurit dan rakyat untuk menonton film G30S/PKI itu tak perlu izin dengan Presiden RI maupun kementerian.

Menyangkal Dicopot Karena Putar Film G30S/PKI, Gatot Ungkap Bertemu Senior PDIP: Dia Sayang Saya

"Saya gak perlu izin, apa kita melanggar? tidak, buktinya Presiden Jokowi juga ikut nonton. Kenapa prajurit sama masyarakat? karena masyarakat berusia muda biasanya gak tahu. Saya cuma mengingatkan di Indonesia pernah ada sejarah kelam, hanya 13 hari tetapi yang meninggal 1000 orang lebih," kata Gatot Nurmantyo.

Presiden Joko Widodo (kiri) dan mantan Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menjawab pertanyaan wartawan di Istana Negara, Jalan Veteran, Jakarta Pusat, Rabu (9/11/2016).
Presiden Joko Widodo (kiri) dan mantan Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menjawab pertanyaan wartawan di Istana Negara, Jalan Veteran, Jakarta Pusat, Rabu (9/11/2016). (Harian Warta Kota/Henry Lopulalan)

Tak hanya itu, Gatot menjelaskan kian hari kian terasa ancaman nyata dari kebangkitan PKI.

"Mulai dari 2008 gak ada pelajaran tentang G30S/PKI, terus ada yang mengatakan anak-anak keturunan PKI itu masuk ke PDIP cabang hingga pusat. Kemudian, yang tak terbantahkan Rancangan Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP) Pasal 7 Ayat 2 mengajukan trisila atau ekasila."

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved