Penangkapan Tukang Bakso Penculik Anak
Lika-liku Pelarian Penculik Anak Berkebutuhan Khusus ke Jombang, Terkuak Pelaku Sudah Berkeluarga
Perlarian PBA (39), penculik anak berkebutuhan khusus di Kemayoran Jakarta Pusat telah berakhir.
Penulis: Kurniawati Hasjanah | Editor: Muji Lestari
"Korban dibawa ke Jombang, sebelumnya sempat mampir ke Boyolali," tegas Yusri.

Cabuli Anak Berkali-kali
Malang nasib anak berkebutuhan khusus tersebut, PBA mengaku telah berkali-kali mencabulinya.
"Selama kurang lebih dua hari di tempat kos, tersangka mengakui sudah menyetubuhi korban sebanyak tiga kali," ungkap Yusri.
Setelah dua hari disekap di rumah kos, PBA memboyong korban ke Boyolali, Jawa Timur.
Di sana, keduanya menginap selama satu pekan di sebuah rumah kos di sekitaran Terminal Boyolali.
• Triono Jadi Buronan Kejari Purwokerto Selama 10 Tahun: Ternyata Sembunyi di Kampung Rambutan
"Di Boyolali sempat dilakukan pencabulan sebanyak tiga kali," jelas Yusri.
Sepekan di Boyolali, tersangka kemudian membawa korban ke Jombang, Jawa Timur.
PBA kembali menyewa rumah kost di Jombang selama dua pekan.
"Jadi total 14 kali tersangka melakukan pencabulan terhadap korban," ujar Yusri.
Pelarian tersangka berakhir di Jombang setelah ditangkap polisi dari Polda Metro Jaya pada Rabu (30/9/2020).
Dari penangkapan PBA, polisi berhasil mengamankan sejumlah barang bukti seperti beberapa potong pakaian, dua rekaman CCTV, dan sepeda motor.
Adapun PBA dikenakan Pasal 76 E Jo Pasal 82 dan atau Pasal 76 F Jo Pasal 83 UU RI No. 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak dengan ancaman paling lama 15 tahun penjara.
Beralih dari Jual Bakso ke Tahu Sumedang
Penculik anak berkebutuhan khusus di Kemayoran, Jakarta Pusat, kerap berpindah-pindah lokasi selama masa pelariannya.