Banjir Kepung Jakarta
Ketua Pansus Banjir DPRD Sentil Pemprov DKI: Rencana Bagus Tapi Banjir Semakin Parah
Panitia Khusus (Pansus) Banjir DPRD DKI mengkritik kinerja Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menangani banjir.
Penulis: Muhammad Rizki Hidayat | Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Permukiman warga tergenang mencapai sekira 1 meter.
Petugas Damkar beserta perangkat lingkungan lainnya terjun ke lokasi mencari warga yang hendak dievakuasi menggunakan perahu karet.
Pada evakuasi pertama, petugas berhasil mengangkut delapan orang warga karena rumah mereka terendam banjir.
Usai mengantarkan warga itu, evakuasi petugas ternyata belum usai.
Di lain kelompok, anggota damkar bernama Erik Sucipto, Wahyu Nugroho, Kupijar dan Slamet harus mengevakuasi bayi prematur yang terjebak banjir di rumah.
Aduan itu mereka dapatkan dari petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) Cipete Selatan.
Udara dan air yang dingin tak membuat nyali mereka ciut demi menuntaskan sebuah kewajiban.
• Mogok Kerja Nasional, Ribuan Buruh Tangerang Blokade Jalan M Toha
• Mimpi Cerai dengan Istri Justru Pertanda Baik, Ini Artinya Menurut Primbon Jawa
Terkendala Gang Sempit
Bersama perahu karet mereka menyusuri permukiman warga.
Proses evakuasi tidak berjalan mulus.
Akses masuk permukiman warga yang berciri sempit menjadi kendala petugas.
Bayangkan, lebar perahu dan Gang Minatu RT 005 RW 001 hampir sama.
Tidak ada pilihan selain petugas untuk tetap memaksa masuk ke gang sempit itu.
Akses jalan yang berkelok-kelok pun dipersulit dengan banyaknya motor warga yang terparkir.
Menurut Erik Sucipto (30), saat menuju rumah korban, tinggi banjir hanya sepinggang sekira 80 sentimeter.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/banjir-cawang.jpg)