Hilang 3 Hari, Terbongkar Kisah Pilu Siswi SMP Diduga Diperkosa 10 Teman di Lima Lokasi Berbeda

Kasubag Humas Polres Buleleng Iptu Gede Sumarjaya menjelaskan, korban seperti mengalami depresi dan tertekan ketika tiba di rumah.

Penulis: Kurniawati Hasjanah | Editor: Siti Nawiroh
Freepik
Ilustrasi 

Pelatihan selama satu tahun oleh profesor psikologi, yang mengajarkan kemampuan fisik dan emosional untuk melawan serangan seksual, telah berhasil menurunkan tingkat pemerkosaan di kampus hingga separuhnya.

Satu dari empat mahasiswa Inggris mengalami pengalaman seksual yang tidak diinginkan di kampus, menurut temuan studi NUS.

Prof Chalene Y. Senn menghabiskan 10 tahun bekerja bersama tim psikolog di University of Windsor membuat program edukasi untuk membantu perempuan mempertahankan diri mereka dari serangan seksual.

Menyasar pada mahasiswa tingkat pertama—yang merupakan korban serangan seksual paling sering—pelatihan Senn sukses mengurangi tingkat pemerkosaan di kampus hingga 46 persen dengan cara mendorong perempuan untuk bertindak cepat ketika mereka berada di situasi yang tidak nyaman.

Baca juga: Yuk Daftar Beasiswa S1-S2 di Melbourne Australia Senila Rp 103 Juta, Segera Cek Syaratnya di Sini

Program dengan nama The Enchanced Asses, Acknowledge, Act (EAAA) Sexual Assault Resistance ini memberikan perempuan kemampuan fisik dan emosional untuk melawan serangan seksual melalui seri pelajaran fisik dan psikologis.

Dalam pengembangan program, Senn mengidentifikasi tanda-tanda yang mengarah pada pemaksaan seksual atau indikator sebelum pemerkosaan alias “pre-rape”.

Dirumuskan oleh Patricia Rozee dan Mary Koss pada studi mereka tahun 2001, “pre-rape” merujuk pada kategori perilaku yang secara ilmiah berhubungan dengan pelaku pria.

“Peneliti kekerasan seksual melihat serangan seksual sebagai satu titik pada serangkaian perilaku dalam masyarakat yang disebabkan berbagai masalah, namun pada umumnya soal sikap dan perilaku,” kata Senn.

Tidak ada jaminan bahwa semua pelaku serangan seksual akan berperilaku sama, karenanya Senn menegaskan bahwa pemicu tindakan tersebut beragam.

Bagaimana pun, dia menambahkan, ada beberapa tanda yang bisa menjadi tanda peringatan bila seorang pria menjadi ancaman perempuan di sekelilingnya.

Adapun tanda-tanda ini kerap dianggap sebagai hal yang biasa, sehingga seringkali diabaikan.

Baca juga: Bocah Dibunuh Karena Membelanya, Begini Perjalanan Hidup Ibu Muda Korban Rudapaksa Hamil 4 Bulan

Terlebih fakta bahwa 80 persen korban pemerkosaan mengenal pelakunya, sehingga korban cenderung tidak memperhatikan tanda-tanda ini jika pelaku adalah teman dekat, kolega atau anggota keluarga tepercaya.

Berikut beberapa tanda peringatan “pre-rape”:

1. Menguasai

Ketika seseorang menunjukkan bahwa mereka ingin menguasai Anda dalam hal-hal tertentu, itu bisa menjadi lampu merah. Misalnya memaksa melakukan hal tertentu, atau mengenakan pakaian tertentu, dan sebagainya.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved